Tampilkan postingan dengan label Gudang Galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gudang Galau. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Mei 2018

IMAJINER



Nyatakah kau atau sekedar bayangan saja
Jejakmu ada meski ragamu tak tampak
Aku yang hanya berimajinasi semalam
ataukah memang ada kau yang menjaga

Ada aroma yang tertinggal, di bantal yang kau gunakan,
Ada jejak yang membekas, di tangan yang kau genggam.
Aroma itu melekat, Erat.
Menjadi teman melewati malam.
Pengingat kita pernah melewati senja bersama.

Apalagi yang dapat kulakukan saat ini,
selain memikirkanmu hingga jatuh tertidur.
Pengar di kepalaku tak kunjung membaik,
tapi dengan bayangmu saja mabukku hilang.
Kau ini apa ?
Sejenis obat penenang ?

Aromamu justru menjadi candu.
Lebih dahsyat dari alkohol yang ku tenggak semalam subuh.
Suaramu justru terdengar merdu,
Lebih indah dari dentaman nada yang ku dengar semalam suntuk.
Kau ini apa ?
Sejenis Rindu yang tak bertuan,
ataukah,
hanya sebatas Imajinasi Liar yang aku pelihara sebagai teman pelipur lara.

Selasa, 13 Februari 2018

Aku dan Rahasiaku

There is no friend as loyal as a book- Ernest Hemingway

Temukan aku diantara buku-buku.
Tempat persembunyian terbaik yang diciptakan untukku.
Tempat sembunyi kala jatuh hati
Tempat lari kala patah hati.

Temui pula aku disudut buku buku itu.
Tempat aku mengkhayalkanmu,
Tempat aku menciptakan kamu,
Tempat aku dan kamu menyatu walau dalam khayal semu.

Lihat bagaimana aku tenggelam dalam duniaku.
Jangan paksa aku tuk keluar !
Masuk saja dan temani aku sembunyi.

Ini rahasia besarku!
Jika aku luput dari pandangmu, atau,
Jika suatu hari rindumu ada padaku, 
Temui aku disitu.
Menunggu untuk ditemukan olehmu.

Selasa, 06 Februari 2018

FRIENDZONE



Aku sepertinya gila, kehilangan akal bahkan untuk berfikir.
ada kamu disitu, berputar.
mengisi otakku, buatku pengar.

"Ingin Kamu" kata Hati
"Bukan Kamu" kata Pikiran
Kali ini mereka tak sehati,
Membuatku semakin pusing tidak karuan.

Nyaman bersama tak cukup jadi alasan, katamu
Karena yang nyaman akan kalah dengan yang kan slalu ada, menurutmu.
sedangkan kamu adalah bagian dari keduanya, bagiku.
yang nyaman dan selalu ada, kataku.

"bodoh yang menolakmu" ungkapmu.
"kamu yang bodoh!" teriakku.
semestapun menertawakan kita.
bagaimana bisa mencinta, katanya
jika rasa cinta itu saja tak dikenalinya.

kamu yang belum menyadarinya,
atau mungkin aku yang terlalu menginginkannya,
terserah kamu ingin menamainya apa,
persahabatan ataukah kekeliruan.
tapi satu yang aku tahu,

ada tanda koma yang tengah kita sematkan diakhir cerita ini.
entah kau tak ingin menamatkannya
atau engganmu untuk menamainya bahwa kita hanya teman saja.
ataukah karena ragumu yang begitu besar.
terserah...
akan ada jarak yang kali ini aku ciptakan.
agar kamu paham bahwa kalimat "aku menyukai..." tak akan pernah lengkap tanpa "kamu".




Kamis, 18 Mei 2017

INSOMNIA




Malam ini jantungku berdegub lebih cepat.
Tak mampu mata  ini tuk merapat,
Meski waktu sudah menunjuk pukul tiga tepat.

Debar ini justru kian beradu,
Mungkin karna hati yang sedang merindu,
Meski tanpa tahu kemana harus menuju.

Doa tlah kulantunkan,
Sajak tlah kutuliskan,
hingga Kamu tlah kubayangkan.
yang entah dimana..
yang entah siapa...

Debar ini makin beradu,
Rindu makin menggebu,
Tanpa tahu nama yang dituju.

Mungkinkah itu kamu ?
yang sedari tadi mengganggu malamku ?

Malam ini aku terpaku,
Dengan setumpuk rindu yang sedang menunggu,
Untuk kau peluk satu per satu..

Malam ini aku terpaku, 
Memikirkan Kamu...

Rabu, 14 Desember 2016

LAMUNAN



Dalam lamunan aku bermimpi, kau duduk dalam sepi.
seperti sedang menunggu di eksekusi.

Aku tahu,
Ada gundah di hatimu
ada lirih di benakmu
ada perih dilaramu
namun bodoh aku,
ternyata itu hanya semu.

Nyatanya,
kau malah dengan dada membusung, tak segan untuk melambung.
dengan langkah yang mantap, pergi menjauh tetap.

Tahukah kamu ?
seperti kecewa Cinta pada Rangga,
"Kamu Jahat"-Pun tak sempat aku pekik.
kau malah pergi bukan untuk kembali di purnama berikutnya.

"Hahaha.." Tawa ku lirih
lamunanku ingin kau menetap, meski sadar bahwa kau telah melangkah tetap.
lamunanku ingin kau disini, meski sadar bahwa kau tlah berganti.
lamunanku ingin kembali, Kepurnama sebelum kau berpaling.