Tampilkan postingan dengan label Real Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Real Life. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 November 2018

My Day




Baru saja melewati usia yang ke 27 lalu kemudian tersadar bahwa saya sudah "sedewasa" itu. Tapi yang terjadi malah tidak seperti yang saya bayangkan dahulu 5 tahun lalu. Dahulu ketika berusia 22 tahun, saya dengan penuh optimistik membayangkan bagaimana  diri ini seperti apa diusia 27 tahun. Dan yang terjadi ketika saya tiba diusia ini, saya justru merasa tidak terlalu banyak hal yang berubah selain badan yang kian membesar karena timbunan lemak :D 

Tepat ketika waktu menunjukkan pukul 00.00 di tanggal 7 september lalu, yang saya lakukan hanyalah mencoba mengingat kembali hal hal apa yang dari dulu ingin diwujudkan di usia  ini, dan yang membuat saya tercengang, saya seperti tidak sedang bergerak kemana mana, itu pikiran saya. Nyatanya, banyak hal hal yang tak terduga telah terjadi. dari sekian banyak list impian yang ingin saya wujudkan, saya malah melakukan hal hal yang tak pernah saya berani impikan. 

Hidup yang sedang kita jalani selalu penuh rencana. Maunya begini, Maunya begitu. Nanti akan begini, kemudian akan menjadi begitu. Semuanya penuh rencana seolah-olah kita bisa memastikan bahwa apa yang kita rencanakan pasti akan berjalan dengan baik. Kita kerap lupa bahwa ada kuasa lain yang mempunyai peran utama dalam setiap rencana kita. 
Kita bisa saja menjadi pemeran utama dalam kehidupan kita masing-masing, tapi kita bukanlah sutradaranya. Kita juga bukan penulis skenario kehidupan kita sendiri. kita hanya menjalani apa yang sang sutradara inginkan. 

Tahun ini, saya menjalani banyak hal yang tak terduga, ternyata.
Lantas mengapa saya harus merasa murung karena "bucket list" saya yang belum tercapai?
Tahun ini, saya pergi ketempat-tempat yang tak pernah saya bayangkan, lantas mengapa saya harus terus menerus merasa muram hanya karena saya belum pernah sampai ditempat yang saya inginkan ?

Semua sudah mempunyai waktunya masing-masing. Waktu di Jayapura lebih cepat 2 jam dari pada waktu di Jakarta, namun bukan berarti Jakarta ketinggalan bukan? 
Mungkin hidup juga seperti itu. Di usia yang kian bertambah, jelas pemikiran-pemikiran tentang hidup seperti apa yang sebenarnya sedang kita jalani merupakan pertanyaan yang akan paling sering kita tanyakan pada diri sendiri. Tiap hari pasti akan banyak keraguan akan setiap keputusan yang kita buat.
Masa lalu adalah sejarah, dan masa depan adalah misteri. Lantas menerka-nerka tentang apa yang sebenarnya tak akan pernah kita tahu tak akan membuat misteri tersebut terpecahkan bukan? 

27 tahun saya kali ini banyak membuat saya berfikir tentang apa yang sudah saya capai, tentang apa yang mungkin pernah saya lepaskan, tentang apa yang sedang saya perjuangkan dan tentang apa yang mungkin membuat saya menyerah.
Bahwa setiap keputusan yang besar akan diiringi dengan tanggung jawab yang besar pula. 
Dan tanggung jawab yang besar juga membutuhkan hati yang besar pula untuk menerima bahwa terkadang sesuatu tidak terjadi seperti apa yang sudah direncanakan. 
Bahwa keputusan yang diambil bisa saja salah dikemudian hari. 
Bahwa keputusan yang diambil bisa saja membuatku terluka dimasa depan.
But show must go on, Right? 

Luka mu hari ini buatmu belajar untuk tidak jatuh di masa depan. Namun jikapun masih jatuh setidaknya kita sudah belajar bagaimana caranya untuk bangkit. 

Saya selalu lupa untuk melihat hal-hal yang saya sudah saya peroleh selama ini. 
Saya hanya fokus pada apa yang saya inginkan tanpa sebenarnya tahu apa yang saya butuhkan. 
Tahun ini benar-benar seperti roller coster buat saya. Yang tak saya inginkan justru terjadi, yang saya impikan justru belum terwujud. Lantas jika saya hanya fokus pada hal-hal yang belum saya dapatkan, bukankah saya hanya akan tumbuh menjadi makhluk yang tidak bersyukur ? 

Saya masih belajar , dan akan terus belajar !
Sebagai pendatang baru di usia 27, saya masih mencoba beradaptasi.
Jika esok kalian temukan saya kembali mengeluhkan hal-hal yang sepatutnya saya syukuri, ingatkan saya. 
Jika esok kalian temukan saya merasa gagal dan tidak berarti, ingatkan saya. . 
Karena setiap harinya adalah petualangan baru bagi saya, dan saya masih terus belajar.
Mungkin besok saya terluka,
Mungkin juga saya akan menangis,
Mungkin saya bahagia,
Mungkin juga saya tertawa. 
Untuk itu, Ingatkan saya.


*****************************************************

Ps: Tulisan ini sudah ada di draft sejak tanggal 24 september 2018. Entah apa yang membuat saya lupa mem-post tulisan ini. Maklum, saya orangnya gampang terdistraksi oleh hal hal yang mungkin lebih seru dari tulisan ini. Hahaha..
Selamat membaca. dan Selamat Ulang Tahun Nas !!
selamat menjelang Natal dan tahun baru juga  😁 




Jumat, 09 Maret 2018

Breaking News



5 Maret 2018, 19.47
Laporan hati saat kemarin.

Ada aromamu yang tercium sedetik yang lalu, dan langsung menyeretku menuju waktu dimana dulu kau masih disampingku.
Aromanya membawa berjuta kenangan kembali berputar.
Rasanya aneh bukan,
Bahkan dari baumu saja sudah sangat menyisakan rindu yg menyiksa.
Apa kabarmu disana ?
Kemarin malam sepertinya kau mampir dimimpi.
Tapi mengapa tak menyapa?
Aku rindu mendengar suaramu.
Terdengar lucu bukan,
Bahkan tawamu yang dulu sering menggangguku justru menjadi satu hal yang paling ingin kudengar saat ini.

Aku ingin membuat banyak kesalahan hanya agar dapat mendengar omelanmu.
Aku ingin tidur lebih lama berharap ketukan darimu yang membangunkanku.
Aroma wanita tadi mengingatkanku.
Pernah ada kau di hidupku selama 22 tahun.

Apa kabarmu?
Tak sepi bukan diatas sana, buktinya kau pergi terlalu cepat dan tak mau kembali.
Baru baru ini aku dimarahi semua orang karena suatu hal yang membuatku kesal.
Itu pasti ulahmu kan?
Kau membisikkannya pada telinga mereka.
Bahkan dari sanapun kau masih mengawasiku.
Curang !!
Dari sana puas kau memandangku.
Pantas saja kau tak merindukanku .
Sedangkan aku, butuh usaha lebih hanya untuk mengingat kembali suaramu
Dan kesalnya rinduku tak kunjung surut.

Aku sedang di bus.
Sedang mendengarkan lagu kesukaanmu.
Lagu yang kerap kau nyanyikan dengan suara cempreng.
Lagu yang selalu kau nyanyikan ketika kau merasa gusar.
Sementara aku akan selalu menertawakan nada nada yang lepas
atau sekedar menggodamu yang tak hapal lirik.

Dan aku rindu.. 
Rindu pertengkaran yang kerap terjadi hanya karena aku malas cuci piring.
Rindu adu argumen kita akan hal remeh.
Rindu kau mencubitku.
Rindu kau menciumku.

Apakah dilangit sana, kau menemui anak senakal aku?
Anak nakal yang gak bisa menepati janji.
Janji untuk tidak menangis tiap merindukanmu.
Apakah dilangit sana kau mengingatku?
Apa kabarmu?
Aku tidak sedang baik baik saja.


Laporan selesai.

Rabu, 07 Februari 2018

FASE (2)

Aku menulis karena aku tahu tak akan banyak kata yang mampu aku ucapkan untuk mewakili setiap rasa yang aku alami saat ini. 
Aku menulis karena aku tahu, aku kerap kesulitan menjelaskan apa yang ada dipikiranku. 
Aku kesulitan menjelaskan rasanya "sedih"
Aku kesulitan menjelaskan rasanya "kecewa"
Aku kesulitan menjelaskan rasanya "marah"
Aku menulis karena aku tahu, bahwa hanya dengan tulisan, aku mampu mengekspresikan apa yang tak dapat aku sampaikan.
Aku menulis karena aku tahu, jika tidak aku ungkapkan kelak aku hanya akan hancur lebih dari ini.

Dengan menulis, aku hanya berharap dapat menarik satu persatu benang kusut yang tengah terpintal di kepalaku. Mengurainya mungkin membuatku dapat berfikir lebih jernih. Menuliskannya lebih memudahkanku daripada membicarakannya.
Karena terkadang ada banyak hal yang tak mampu dijelaskan lewat kata kata.

Aku menulis kali ini,
karena aku sadar tak akan banyak orang yang dengan senang hati menjadi pendengar tanpa menghakimi.


Jakarta, 7 Februari 2018

Tadi malam, untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun, aku jatuh dalam tangisku.
menerima kabar yang tak mengenakkan tentu siapapun tak akan ada yang mau.
tapi sepertinya, kabar seburuk apapun ditutupi, pasti akan sampai ketelinga juga.
Bagaimana aku harus mulai menceritakannya, bagaimana pula nanti aku harus menyelesaikannya.
Aku sama sekali tak tahu.
sepanjang malam yang kulakukan hanya mengucapkan kata "Maaf"
entah pada siapa, entah untuk apa...

pernah seperti itu ?
seperti semua hal yang salah didunia ini adalah karena ketidakmampuanmu sebagai manusia.
pernah seperti itu ?

sepanjang tadi, otakku terus berputar,
dimana yang salah, dimana yang salah, dimana yang salah...
lucu ya.... 
bahkan aku tak punya kata lain yang bisa aku fikirkan. 
seakan otakku hanya menerima 3 kata tersebut "dimana yang salah?"

Amarahku belum reda namun kini ditambah dengan amarah yang baru.
kecewaku belum hilang namun kini ditambah dengan kecewa yang lebih lagi
bukankah aku hanya manusia yang boleh terlihat tidak baik baik saja ??
lantas mengapa aku terpaksa tak boleh bersedih ?
mengapa semua bersandar pada aku yang sendiri saja masih mencari tempat untuk berpegang?


aku ingin lari....!!
tutup telinga dengan semuanya.
aku ingin pergi, 
jauhh... dan amnesia 
aku ingin menjadi normal
tak bisakah ?
sesulit itukah menjadi wanita yang biasa biasa saja ?
aku ingin tidur....







Senin, 03 November 2014

Fase


Berapa fase hidupku sudah kamu lewatkan ya ma...
fase dimana seharusnya kamu jadi orang pertama yang tahu.
fase dimana seharusnya kamu jadi orang pertama yang aku peluk.
mungkin dulu tiap aku mengingatmu, aku , anak perempuan mu ini pasti akan menangis.
tapi sepertinya waktu sudah mengajarkanku tuk jadi lebih kuat dari sebelumnya.

aku punya cerita.
punya banyak hal yang ingin aku ceritakan ma.
aku ingin mendengarkan pendapatmu.
aku ingin melihat reaksimu.

saat pertama kali aku dinyatakan lulus sidang meja hijau, 
aku ingat, bagaimana aku hanya bisa menahan air mata karena sudah tak bisa memelukmu lagi saat itu,
"ma, anakmu ini dapat nilai A untuk hasil akhir perkuliahannya. mama senang ?"
"ma, anakmu ini tamat tepat waktu seperti yang aku janjikan dulu. aku udah bergelar Sarjana ma"
aku hanya bisa menebak nebak reaksi apa yang kamu berikan ma. semoga saja khayalanku sesuai ya...

saat pada akhirnya waktu wisuda pun dekat. aku kembali harus menahan air mata ma...
ingat di beberapa bulan sebelumnya, kamu menawarkan sebuah bakal kain untuk hari wisudaku. dan aku ingat aku menolak saat itu. dan entah mengapa mengingat itu, aku semakin merindukanmu pada saat itu. 
saat semua teman-teman pergi berbelanja persiapan wisuda, aku hanya dirumah. berfikir pakaian apa yang nantinya kupakai.
karena keberadaanmu selama ini, aku jadi anak yang tidak tahu tukang jahiit yang bagus, 
karena keberadaanmu selama ini, aku jadi anak yang tidak tahu ukuran bajuku sendiri
karena keberadaanmu selama ini, aku jadi anak yang tidak tahu apa mauku.
karena dengan keberadaanmu selama ini, semuanya akan selalu baik baik saja.
bukan karena bapak tidak menawarkan untuk membeli keperluan wisuda ma, tentu saja bukan. bapak selama ini sudah berusaha mengerti aku sebagai seorang anak perempuan yang beranjak dewasa. hanya saja, semua berbeda jika bukan kamu yang mengurusnya ma...
lihat anakmu ini masih manja.
dan pilihan terakhir, aku hanya memakai pakaian yang sama seperti yang kamu kenakan di pemakamanmu. dan saat namaku di panggil di ribuan wisudawan, aku seperti melihatmu berdiri disamping bapak, tersenyum. 
benarkah itu ma ? kamu bangga pada anakmu yang ceroboh ini ? 
"ma, aku sudah wisuda. dan aku cantik. oia, aku juga dapat bunga yang banyak."

ma, kamu selalu bilang padaku "jangan pernah menyukai apa yang bukan milikmu, sukai apa yang kamu miliki. itu akan bikin kamu belajar bersyukur"
kamu juga selalu mengajarkan padaku untuk mencintai orang yang mencintaiku. aku ingat sewaktu SMA dulu kamu membujukku untuk menerima seseorang hanya karena kamu tahu dia menyukaiku. aku tidak menurutimu waktu itu. aku hanya bersikeras pada pilihanku sendiri. aku bersikeras menyukai orang yang tidak menyukaiku.
kamu juga pernah memarahiku karena menjalani hubungan dengan seseorang yang tidak kamu sukai. dan lagi lagi aku tidak mendengarkanmu ma. aku patah hati. namun kali ini, ketika aku merasakan patah hati tuk pertama kalinya, tak ada kamu yang memelukku dan mengatakan "kan sudah mama bilang" .
tak ada pelukan yang menenangkan.
aku bahkan ingat, aku menangisinya semalaman hingga tertidur dibalik selimutku sendirian. bahkan bapak pun tidak tahu bahwa anaknya ini pernah merasa sejatuh itu. tapi tenang ma, anakmu ini tidak sepatah hati itu. aku punya bapak yang hebat yang akhirnya dia tahu anaknya ini patah hati. bapak memberikan pelukan yang berbeda ma. bapak nengajarkanku menjadi wanita yang kuat. mama beruntung ya punya bapak... :)

ma, ingat tidak, aku punya mimpi untuk keparis?
ingat tidak aku pernah membisikkannya ditelingamu saat terakhir kalinya kamu menghembuskan nafas?
aku sedang berusaha memenuhinya ma.
anakmu ini akhirnya mendapatkan pekerjaan ma. dan apakah mama tahu aku bekerja dimana ?
disebuah rumah sakit. 
kamu selalu menginginkan aku bekerja dirumah sakit bukan? aku bekerja dirumah sakit sekarang. memang bukan sebagai dokter seperti impianmu ma. tapi ini jauh lebih keren daripada menjadi seorang dokter.
kamu selalu berharap bukan anakmu ini bisa bersuamikan seorang dokter, doakan saja ma, ada dokter yang khilaf yang mau menikahi anakmu ini nantinya hahahahaha....
"ma, aku bekerja. dirumah sakit di ibukota. apa mama senang ?" 
ma, tugas pertama ku nantinya justru akan mengirimku kembali ke kota medan ma. dan kali ini aku pulang dibiayai dari kantor. lihattt, mimpi ku yang selanjutnya ma. mimpi berpergian dibiayai kantor. mama masih ingat mimpiku itukan ? "ma... aku bahagia"

dulu , aku selalu ingat pula, kala mama selalu mengatakan bahwa ekonomi keluarga kita gak akan cukup mampu menyekolahkan ku setinggi yang ku mau "Tugas mama cuma sampai S1 saja. kalau untuk S2 mama gak sanggup ya nakku" itu katamu dulu. dan aku hanya mengangguk mengiyakan. karena aku sendiri memang tak berniat melanjutkan kuliahku lagi. tapi tahukah kamu ma? sepertinya Tuhan punya jalan lain dari yang sudah kita rancang ma..
bulan febuari mendatang, aku justru akan melanjutkan studiku lagi di S2. "maa aku mau S2 kali ini apakah mama senang ?" Tuhan kita kaya ma, Dia mewujudkan hal yang kita rasa ga mampu.
dan aku hanya bisa berharap aku bisa menyelesaikan S2 nanti dengan baik.

lihat, bagaimana banyaknya yang sudah kamu lewatkan dalam 2 tahun kepergianmu ma...
bahkan sekarang anakmu ini sudah merantau. meninggalkan bapak sendiri dimedan.
dan mama tahu, saat berpisah dengan bapak, aku menangis. 
mama selalu tahu kan anakmu ini cengeng, ceroboh, dan masih kekanakan. 
bagimana bisa wanita ceroboh seperti aku bisa tinggal diibukota yang kejam ini bukan?

aku pinjam keahlianmu ya ma..
keahlian tersenyum mu walau aku tahu kamu bersedih.
aku sering mempergunakannya sekarang
aku pinjam keahlianmu ya ma
keahlian menghemat uang untuk bisa menabung
aku harus menahan diri untuk tidak boros disini
aku pinjam kesabaranmu ya ma
aku pinjam semua hal baik yang sudah kamu ajarkan pada ku ya ma,,
setidaknya biar aku bisa bertahan disini tanpa mu, tanpa bapak, tanpa siapa siapa.

mulai dari sekarang aku tahu, fase fase spesial dihidupku akan terasa berbeda karena tak ada kamu ma,
tapi entah mengapa aku selalu percaya, kamu selalu ada disekitarku. memberiku pelukan tak terlihat.
ma, mimpiku masih banyak. dan kamu pasti tahu aku punya daya khayal yang cukup tinggi. dan aku mau mewujudkannya pelan-pelan.
maaa, aku sudah berhenti menangis, 
dan ma, aku merindukanmu setiap hariku. bahkan kadang aku kerap membayangkan engkau memanggil namaku,
aku hanya tak ingin melupakan suaramu. 
dan ma, jikapun aku diberi kesempatan untuk lahir kembali, aku tak perduli lahir dimana. yang ku mau, kamu tetap menjadi mama ku .....


makkk ee,
kangen *pelukkuattkuat*

*funny*




Senin, 04 Agustus 2014

Viliyanda's Day

Just think of happy thoughts, and you will fly-Peter Pan

mengenal mu mungkin belum separuh hidupku.
selalu berfikir dulunya, "apa ada manusia seribut ini?"
menertawakan hal bodoh yang dilakukan orang lain. dan kamu pasti masi ingat apa respon ku tiap kamu mulai meenrtawakan hal yang tidak lucu itu.

aku ingat pertemuan pertama kita, teman.
kamu dan temanmu yang pesek itu selalu menganggapku aneh.
dan sepertinya "Keanehan" yang menyatukan kita kini.

dan sekarang, hari bahagia mu tiba. satu tahun usiamu bertambah subuh ini.
lihat, kamu kini sudah bertambah tua. dan aku harap kedewasaan juga menyelimuti fikiranmu sekarang.
berhenti membuat hal konyol hanya karena ada sebuah masalah yang sebenarnya masi sanggup engkau selesaikan.
dunia tak langsung runtuh, kau hanya perlu menertawakan masalahmu, seperti yang slalu kau lakukan pada orang-orang.
dan berhenti bersikap sok kuat. mengakui bahwa kamu anak manja yang hanya pengen diperhatikan adalah hal yang baik, hanya saja berhenti bersikap kekanakan.
lari dari masalah adalah sifat anak usia 10 tahun.

mungkin perjalanan pertemanan ini tidak selalu berjalan dengan baik.
kadang kita saling mendiamkan
kadang kita juga saling menertawakan.
yang kuharap hanya kamu bisa menemukan apa yang hatimu inginkan.
menemukan hal yang selama ini kamu pertanyakan.

kadang aku tahu, kesalmu pasti ketika aku selalu memarahimu krn hal konyol yang kamu lakukan.
tapi maaf, aku tak ingin orang yang aku sayang  berada dalam salah yang berlarut-larut
mungkin perbedaan pendapat selalu ada, tp yakinlah, terkadang orang-orang yang disekitarmu ini, seperti aku contohnya, ingin memastikan mu tidak memilih yang salah.

dan yang kupunya pagi ini, cuma kata "Amin" buat mimpi-mimpi mu.
lebih dari itu, aku serahkan pada Tuhan, karena aku tahu, dia pasti memberkatimu menjadi pribadi yang lebih hebat dari sekarang.

selamat ulang tahun Viliyanda Agustiani br. Ginting...
Hidup ini pilihan, kamu harus pilih BAHAGIA.

Jumat, 20 Juni 2014

A Daughter's Love


Ayah adalah satu-satunya pria yang tak akan pernah melukai anak perempuannya.
dan bagi seorang anak perempuan, sosok ayah adalah cinta pertamanya.

Aku termasuk seorang anak yang bisa dikatakan cukup dekat dengan seorang ayah
dan sekarang ketika sosok ibu benar-benar sudah harus hilang buat selamanya, hanya tinggal ayah satu-satunya alasan ku tuk tidak boleh lagi menangis.
bagi ayah, sedewasa apapun sudah umurku kini, aku tetap gadis kecilnya.
terkadang kerap ku harus tersenyum menikmati reaksinya saat tahu ada seorang pria yang menelponku di malam hari.
terkadang aku juga harus bersabar ekstra memberikan penjelasan tentang pria yang mengantarku pulang larut malam.
terkadang aku tahu, ayah sedang cemburu dengan pria anak gadisnya.
aku tahu, ayah sepertinya takut anak perempuannya ini patah hati .

aku dan ayah dulu nya tak pernah membicarakan hal-hal pribadi. 
aku hanya selalu menjadi pendengar yang baik selama ini.
mendengarkannya bercerita tentang "dulu"nya dia.
pertemuannya dengan ibu, dan bagaimana bahagianya ketika memperoleh kami.
sedangkan ayah bercerita, aku justru menjadi perempuan yang tak ingin membagi apapun padanya.
bukan karena tak percaya,
aku kerap takut aku terus menyusahkannya dengan pilihan-pilihan konyolku yang akhirnya menyusahkan ku sendiri.
tapi yang lucunya, dia tak pernah mempertanyakan mengapa kadang wajah ini sembab.
dia tak pernah bertanya mengapa mata ini bengkak saat pagi hari dia menatapku.
dia selalu memberiku ruang untuk belajar menghadapi sendiri masalahku.

Dia selalu berkata "nikmati semua perih yang diijinkan terjadi dihidupmu. karena tak semua orang bisa merasakan perih dan menikmatinya. dan ketika kau sanggup menikmati dan bersyukur atasnya, Kau sudah naik kelas"

Bukan sekali-dua kali kami berselisih.
bukan sehari-dua hari kami saling mendiamkan
tapi slalu ku yakini, kami hanya takut kehilangan satu sama lain.
apalagi sekarang, yang kami punya hanyalah tinggal kami berdua.

mungkin saat ayah-ayah lain melarang anak perempuannya untuk melakukan sesuatu yang melanggar jam malam, aku justru diberi kebebasan untuk bisa mempunyai jam malam yang panjang.
saat ayah lain khawatir meninggalkan anak perempuannya sendirian dirumah, tapi aku justru diberi kepercayaan untuk belajar menjaga diriku sendiri.
walau ku tahu, sebenarnya dia ingin melarangku lebih dari ayah lain lakukan. tapi dia selalu yakin, anak perempuannya ini terlalu keras kepala jika semakin dijaga.

saat ayah lain melarang anaknya untuk menjalin hubungan dengan teman pria, 
ayahku justru kerap bertanya-tanya tiap akhir pekan mengapa tak ada pria yang tak kunjung datang untuk mengajak keluar. :)
dan jika sudah begitu, aku hanya bisa pasrah ditertawakan olehnya.

ya, dia ayah yang cukup berbeda.
dia teman baikku, dulu , sekarang bahkan nanti
bahkan saat sekarang seorang pria tengah mengecewakan hati anaknya ini, 
dia cuma tersenyum dan bertanya "indah bukan rasanya patah hati?"
dia tidak seperti ayah lain yang mungkin memarahi pria yang menyakiti hati anaknya. 
dia justru tersenyum dan mengatakan pada dunia dengan bangga "lihat dia, dia patah hati dan dia kuat"
lalu bagaimana lagi aku bisa mengingat patah hatiku jika dia sudah menganggap aku seolah sekuat itu ? hahahahah, yaa tepatnya dia tahu bagaimana cara buatku melupakan kesedihanku.

Ayah, Bapak,Papa atau apapun kadang kita memanggilnya.
dia sepertinya punya cara tersendiri menyayangi anak perempuannya.
dan buat anak perempuan, Ayah adalah cinta pertamanya.
buat anak perempuan, Ayah adalah satu-satunya pria yang tak akan pernah mengecewakannya
dan bagi Ayah, Sedewasa apapun anak perempuannya, kita tetap akan jadi putri kecil baginya :)

bahkan mungkin diantara kita ada yang tak bisa merangkul ayah lagi atau bahkan mungkin tak pernah melihat sosok ayah dihidupnya. 
tapi dimana pun seorang "ayah" berada. dia tetap akan jadi pria yang tak akan mau menyakiti kita jika dia ada disamping kita saat ini.
Kita tetap putri kecilnya, bahkan hingga kita nanti menggenggam pria lain yang kan menjaga kita seumur hidup kita nanti, kita akan tetap jadi putri bagi seorang ayah...
dan ku yakin, buat seorang perempuan, ayah adalah malaikat pelindungnya. meski mungkin tak ada disisi, tapi doanya kan slalu menjaga kita :)

buat seorang pria, kita mungkin seorang wanita baginya. namun bagi seorang ayah, kita adalah seorang "putri" dihidupnya.



Kamis, 16 Januari 2014

Medan Zoo


 Hari ini lagi ga mau cerita tentang yang sedih-sedih, ataupun sesuatu tentang cinta. sepertinya kantong ideku beneran udah habis. jadi buat hari ini aku ingin ngebagiin pengalaman aku sebagai seorang manusia yang baruuuu aja menginjak kebun binatang untuk pertama kalinya HAHAHAHAHA
jadi mau ceritain secara berurutan supaya ada temen-temen yang belom pernah kekebun binatang bisa ngerasain juga rasanya kebun binatang .
let's start.... !!

perjalanan ini dimulai dengan ketidak sengajaan. tanpa perencanaan bahkan tanpa bekal apapun kecuali 2 motor yang tanpa sengaja nangkring didepan rumah. :) *senyum bangga*. awal mulanya dari ide teman-teman sebut saja bunga, melati dan tono. tiga teman ini menawarkan ide yang cukup cemerlang ditengah panasnya kota Medan saat itu. 

Niat utama adalah Ziarah ke makamnya mama. ini adalah niat termulia dari mereka. jarang banget muncul niat baik seperti ini. niat ini juga didukung oleh sibapak. dengan memberi modal Rp. 50.000 kami memulai perjalanan setengah hari itu.
pertama-tama, kita cari tempat yg jual" bunga buat ziarah. keliling sana sini, akhirnya dapat. dan lanjut langsung ke makam. ehhhh tiba dimakam, ternyata bapak yang tdnya ga mau ikut rupanya udah nyampe deluan nih di makam. alhasil ziarahnya rame-rame.
ini dia foto pas lagi ziarah. yang baju hijau itu si bunga, yang ditengah itu makamnya simama dan yang baju kotak" itu adalah BAPAKKE :)

setelah panas-panasan ziarah, kami lanjut perjalanan. setelah pisah dari si bapak, kami berempat, aku, bunga, melati dan Tono mencari tempat jual es kelapa. dan ide itu pun lahir. kita kompakan buat ke kebun binatang di Medan yang sebenarnya letaknya dekat dengan makamnya mama. *sebenarnya ga kompakan, krn sebenarnya melati kami paksa ikut HAHAHA *


ini diaaaa.... !! kamiii sampaiiiii . di kebun binatang Medan :) bermodalkan tiket seharga Rp. 6000/orang yang dibayari oleh si bunga, kami memulai petualangan ini .lhat lah muka si melati dengan gaun birunya itu :D






 kami berjalan dengan penuh semangat karena blom pernah sama skali ke kebun binatang. namun ternyata sodara sodara, kandang yang satu ke kandang yang lain, jauhhhhhhhhnya lumayan bikin kurus. 
ini kandang pertama. kandang buaya . buayanya lagi mangap dekat semak". sendirian, kesepian. entah bagaimana perasaan buaya saat itu. tp kami seperti merasakan kesedihannya tanpa adanya pasangan *sigh...

 
nahhh, ini fotonya si Tono yang lagi berpose dengan si buaya yang kesepian itu.
ini dia buaya yg kesepian ituuuu .
setelah puas meratapi buaya yang kesepian itu, kami kembali berjalan. hingga saatnya sampailah di kandang rusa. lupa liatt keterangannya ni rusa jenis apaan. tapi yang pasti rusanya lucu dan jinak dan LAPAR

ini rusanya dikasih makan daun singkong :)
kami berempat sibuk kasih makan satu rusa, dan alhasil semua rusa malah datangin minta dikasih makan . tapi seru banget ngeliat rusanya makan dengan lahap. namun sayang kandangnya jorok dan bau. yahh jadi deket" gitu jadi ikutan bau rusa deh :)
rusa sinterklas, nyasar kesini :D

bunga, tono dan aku bersama rusa

cheseeeeeee !!!

lepas dari kandang rusa, kami minum air kelapa td yang memang sudah jadi tujuan utama kami ke kebun binatang ini . yahh, tujuan kami sebenarnya bukan mau lihat hewan. tapi hanya ingin minum air kelapa doang *yeeeiiii .
setelah puas minum-minum. main pancing"an dan makan P*P Mie, kami melanjutka perjalanan. *untuk foto' waktu istirahat ga ada sehubungan lupa buat foto"*

lama kami berjalan tapi belom nemu juga hewan yang bisa dilihat. alhasil ya kami foto-foto saja. sebagai pengganti hewan-hewan hahahaha




frustasi mikir hewan yang tak kunjung ada
setelah jauh berjalan dan foto" ga jelas akhirnya kami ketemu dengan KANDANG !! serasa melihat oase ditengah gurun kami berlari. mencari tahu kandang siapakah gerangan itu ? #apaan sih ??
dan ternyata itu kandang HARIMAUUUUU......



ini harimaunya sebenarnya lagi bobok siang. karena ga seru si tono ambil batu buat ngebanguni ni harimau *jangan ditiru ya* alhasil harimau menggeliat sok unyu gitu . ya.. harimau ini pun sendirian dikandangnya. pantesan aja dia bosan. udah sendirian, di kurung pula. kita aja manusia kalo jomblo kelamaan pasti suntuk kan ? *sigh *ehh....

setelah itu,kita ada lewati kandang beruang juga. beruang hitam yang sendirian juga.cuman ga sempet foto, karena penasaran dengan kandang berikutnya yaitu kandang leluhur kita . ORANG UTAN




kita foto-foto denga leluhur kita. mencari persamaan muka. sebenarnya hampir ga bisa dibedain, mana orang utan, yang mana manusia . but FYI tembok pembatasnya rendahhhh banget. dan orang utannya bisa diliat secara dekat. mereka bergelantungan gitu. antara serem,ngeri dan pengen foto alhasi foto kami nyegir semua.. *nyengir serem*

setelah itu baru muncul banyak kandang. burung, ular babon semua pada deketan. satu yang kurang cuma kandang yang ga terawat dan hewan-hewan yang ga lengkap. banyak banget kandang yang kosong. kondisi yang jorok juga bikin pengunjung males. namun, kondisi alam yang asri dan ga ada polusi sih yang bikin lumayan enak.

setelah itu kita ketemu kuda. sempet juga foto dari dekat dengan kuda. rasanya seneng. hahahah



kudaaaaaaaa :*


ini perjalanan menuju pintu keluar.
ditengah letih kelamaan jalannya daripada liat hewannya setidaknya kami puas akhirnya bisa liat kebun binatang.
setidaknya jalan-jalan gak selalu harus ke mall. ada juga alternatif liburan sambil nambah pengetahuan *ceilaaaa*
tapi yang pasti bisa bikin kita smakin sayang dengan ciptaan Tuhan. nah caranya supaya kita bisa sayang ya harus jaga hewan peliharaan yang ada. buat yang suka binatang, ya jangan lupa dikasih makan dan dirawat. buat yang ga suka binatang, yaudah diam-diam aja disitu. jangan karena ga suka lantas hewannya disiksa. nah buat yang ga ada hewan peliharaan tapi pengen banget nunjukin rasa sayang terhadap makhluk ciptaan Tuhan, coba mulai deh sayangi pasangan masing-masing.. tunjukin rasa sayang itu. kan kita ga tahu. bisa aja kita jadi seperti buaya kesepian tadi. bahkan ketika ingin menyayangi pun sepertinya tidak diizinkan lagi. *oke sip*

sepertinya info kali ini cukup.
salam olah raga :)





Rabu, 22 Mei 2013

Si kecil

semua orang pada akhirnya berubah berubah menjadi apa, tergantung bagaimana hidup menempahnya. itu sih menurutku. dan aku sendiri pada akhirnya menyadari mulai banyak yang berubah dari aku dalam kurun waktu hampir setengah tahun ini. bisa nebayangin, aku dulu anak yang gak pernah nangis, justru sekarang bisa setiap malam sembunyi dibalik selimut hanya agar tidak ketahuan tengah menangis oleh sibapak. berubah jadi cengeng kali ya aku ini *tepokjidat*

aku dulu anaknya juga orang yang paling cuek seantero dunia dan akhirat. gak pernah ngeh klo sedang diejek, slalu mikir positif klo orang orang lagi bercanda. semua hal ga pernah dimsukin kehati. nah sekarang ini ? kadang saja aku bingung lihat tingkahku yang entah kenapa berubah jadi orang yang paling sensitif sedunia. seakan-akan tiap hari sedang masa PMS -_-" . hal kecil bisa bikin tersinggung berhari-hari. dicuekin aja bisa mikirnya yang lain-lain. yahhh... kadang perubahan seperti ini yang gak mengenakkan. perubahan yang merugikan hati. *sigh....

 

tadi malam dapat kabar kalau ponakan ku ditabrak mobil. reaksi pertama waktu ngedengernya nangis sejadi-jadinya. mikirnya udah jauh, seakan-akan ponakanku ini sampai gimana gitu. Puji Tuhan, cuma lecet dan ada sedikit retak yang tidak membahayakan. mungkin reaksiku lebay sih, tapi ya entah kenapa, aku hanya takut.

untuk sekarang, aku menjadi anak yang paling penakut sedunia. mungkin karena aku sudah pernah kehilangan itu sehingga untuk sekarang aku terlalu takut menyaksikan kehilangan-kehilangan lagi. kehilangan -kehilangan itu seperti mengambil setiap jiwaku yang dibawa entah kemana, sehingga aku merasa aku kemudian berubah menjadi orang yang bukan aku.

yah, setidaknya kondisi ponakan ku ini sudah membaik. bahkan sangat baik ditengah lecet-lecet ditubuhnya.

ada yang lucu sewaktu aku menjenguknya semalam. begitu aku datang, wajahnya langsung memelas minta diperhatikan, kemudian dengan polosnya dia menunjukkan semua luka-luka yang didapatnya, intinya sih seperti dia sedang memamerkan luka-lukanya. "lihat, aku punya luka aunty" sedetik aku tersenyum melihat tingkahnya. bagaimana anak sekecil ini sanggup seperti ini ya? kalau aku jadi dia, aku pasti sudah nangis semalaman. ketika dia merasa bahwa semua orang sudah tidak lagi memperhatikannya, dia kemudian menangis, merengek. aku sih dengan polosnya bilang "sayang, kita foto-foto mau ?" dan tebak apa reaksinya? dia yang tadinya tidur sambil menangis, langsung bangkit dan berhenti menangis "ayok foto Aunty" katanya cepat.  

 

 

kebayang ga si kecil ini baru aja tabrakan ?


dan ini lah hasilnya, seakan lupa dengan sakit yang dia keluhkan dia bergaya. setelah foto selesai, dia kembali menangis. hahahaha aku cuma tersenyum melihatnya. yah, setidaknya aku masih bisa memeluknya saat ini, aku masih bisa melihat dia bertingkah seperti ini. setidaknya aku tidak kehilangan lagi.


pengen aku seperti dia, sesakit apapun setidaknya dia menyempatkan dirinya sendiri untuk tersenyum. karena akhir-akhir ini aku sepertinya lupa tuk tersenyum. bahkan untuk diriku sendiri. dan sepertinya si kecil ini memberiku banyak pelajaran buat melupakan hal sakit dan kembali menertawakan diri sendiri. hal yang jauh sudah lama ku tinggalkan.


Selasa, 20 November 2012

20.11.2012

home is not like home without mom, but with Jesus is like heaven

Mari kita lihat kondisi ku saat ini:
mata ku yang tidak begitu besar kini membengkak.
wajah kusam (selalunya..) karena 2 hari gak mandi.
rambut berminyak dan sangat lepek, serta berantakan dan terlihat kusut.
suara sudah sangat parau bahkan tidak layak disebut sexy lagi .

tenang, saya bukan sedang mengalami depresi. saya masi normal, hanya saja kondisi ku sedang tidak baik.
sudah 2 hari kondisi tubuh menurun. ini saja memaksakan tubuh buat duduk hanya supaya tidak terlalu pusing karena tiduran terus.
cengengnya saya juga akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi. sensitif banget lah jadinya. hal yang gak penting bisa jadi alasan buat nangis.
kadang bingung juga, kenapa bisa jadi seperti ini. dan sampai kapan harus hidup seperti ini. ya saya sadari, kehidupan berubah semenjak si mama pergi. saya berusaha menjadi senormal mungkin. tetap cengengesan kemanapun pergi, berusaha tetap sama. tapi semua tetap tidak sama bukan ?
ada kekosongan dirumah, itu yang membuat berbeda.

saya pernah menuliskannya di blog ini. saya benci dengan kehilangan. apalagi jika saya tahu, kehilangan ini tak akan mungkin ditemukan kembali penggantinya. saat saya menuliskannya kemarin, saya kerap merasa-rasa bagaimana rasanya kehilangan yang besar tapi akhirnya sepertinya Tuhan ingin saya merasakannya dulu lalu boleh menuliskannya. mungkin Tuhan ingin saya menuliskan hal yang memang sudah saya alami, bukan hal yang "di-rasa-rasa"

dan sekarang saya sudah merasakannya, dan rasanya jauh lebih pahit dari rasa yang kemarin saya rasa-rasakan.

anakmu ini masi sangat manja ma, ini kesimpulannya. selalu merasa mampu sendirian padahal ketika sendiri beneran malah ketakutan. selalu sok tegar, sok gak bisa nangis padahal hatinya rapuh serapuhnya es...
entah apa yang ada diotak anakmu ini ma, sampai detik ini saja masih belum mengakui kalau dia rindu mamanya. dia mungkin sedang gengsi besar-besaran.

Tuhan sedang menggendong saya. itu kesimpulan dari kothbah yang saya dengar minggu lalu. selama ini saya selalu melihat jejak Tuhan disamping jejak kaki saya. hal itu slalu saya yakini bahwa Tuhan slalu disamping saya. namun semenjak mama pergi, jejak itu seakan hilang. saya kerap merasa sendirian. tapi saya sadar, Tuhan gak akan kemana-mana. justru Tuhan tengah menggendong saya. hanya saja saya kerap lupa bersyukur dan kerap lupa menyadari itu.
saya salah Tuhan..... 

yaa, terkadang bukan saya saja yang melakukan kesalahan seperti itu bukan? kamu, kita semua terkadang luput dari yang namanya bersyukur.
bagaimana aku bisa bersyukur ditengah bencana ? ini yang slalu dibenak kita. saya pun begitu. dari mana jalannya saya mampu bersyukur kala mama sudah pergi secepat ini ? ya itu pikiran kolot saya. pikiran egois saya tadi. tanpa saya sadari, Tuhan ingin menunjukkan kuasanya ya lewat kepergian mama. finally, saya akhirnya sadar betapa beruntungnya saya. punya banyak teman yang ada bukan hanya disaat senang. saya juga beruntung punya banyak sandaran yang selama ini saya pikir tidak pernah ada. yaaa, Tuhan mengambil satu dari saya, namun Dia tidak lupa mengembalikan 10 kali lebih banyak dari yang Dia ambil. lantas, masih layakkah saya tidak bersyukur??

mungkin air mata masih akan terus jatuh. karena rindu yang pasti.
mungkin semua akan berbeda, tapi harus jauh lebih baik lagi.
saya tidak mau merasa-rasa lagi kemudian menuliskan hal yang belum kurasakan.
saya tidak mau kena tegur lagi sama Tuhan.
saya juga tidak mau mengeluh hingga lupa bersyukur.

hidup saya sangat layak saya syukuri, bahkan ditengah hal yang tidak menyenangkan.bagaimana dengan kamu ? :)

Tuhan tidak lupa memberikan kebahagian. disela air mata kan slalu ada sedikit senyuman. walaupun sedikit, tetap dinamakan senyuman, bukan ? -A