Minggu, 10 Juni 2012

it's your day Mr.Blue

aku mungkin tak terlihat, mungkin aku tak tampak karena aku ada dibelakangmu, mendoakanmu.~anas


GOD,
PRIA DIUJUNG SANA..!! KAU INGAT DIA KAN? DIA KAU KIRIM KE BUMI TEPAT DI TANGGAL INI SEKITAR 22 TAHUN YANG LALU. REMEMBER THAT ?? 
KAU TEMPATKAN DIA DI KELUARGA YANG KAU ANGGAP LAYAK UNTUK MENJAGANYA SEUMUR HIDUPNYA. DIKELUARGA YANG AKU YAKIN MEMPUNYAI CUKUP CINTA YANG SANGAT SEMPURNA UNTUK MENEMANINYA.
GOD,
AKU DISINI TAK MEMPUNYAI HAL-HAL YANG INDAH BUATNYA.
ENTAHLAH, AKU HANYA MERASA PUNYA TANGAN UNTUK MENDOAKANNYA, AKU PUNYA BAHU UNTUK MENOPANGNYA, DAN AKU PUNYA KAU YANG SANGGUP MEMBAHAGIAKAN DIRINYA.




AKU MUNGKIN KELAK, AKAN LAMBAT LAUN MELUPAKAN TANGGAL INI. MUNGKIN SUATU SAAT AKU BAHKAN TIDAK LAGI MENGUCAPKAN DOA YANG SLALU SAMA DI TIAP TANGGAL INI. TAPI AKU BERHARAP, KAU TAK AKN PERNAH BERHENTI MEMBERKATI DIA. 




HARI INI, UMURNYA SUDAH KAU TAMBAHKAN. BIARKAN DIA MENJADI BAHAGIA. TIDAK HANYA DI HARI INI SAJA. TAPI DI TIAP HARI YANG IA LALUI, JADIKAN KEBAHAGIAAN SEBAGAI TEMANNYA. 
DAN JIKA AKU ADALAH ORANG YANG SLALU MENGHAMBAT KEBAHAGIAANNYA, BIARKAN AKU MENJADI JAUH DARI HIDUPNYA.

GOD,
YOU KNOW EVERYTHING.
AKU PERCAYA, KAU AKAN MENJAGANYA BUATKU. :D

AMIN






nb: bahagialah buat mu. dan bahagiakan orang yang kau sayangi :D
happy birthday for you. have a great life.
gbu :D 


10juni2012

Kamis, 07 Juni 2012

the sweet memories (Gone)


"aku akan pindah dari sini" katamu tertunduk. tawa yang sedari tadi keluar dari bibir ini terhenti kala mendengar ucapan itu dari bibirmu. entah ekspresi apa yang sanggup aku keluarkan. yang pasti bibir ini kelu untuk menyambutnya dengan senyuman. ada sebuah perasaan aneh yang menyeruak didalam dada. 
"pindah kemana ?" tanyaku sambil menatap kearah yang berlawanan. aku tak mampu menunjukkan ekspresi ku yang sebenarnya. 
"yang pasti pindah ketempat yang cukup jauh dari sini. aku harus mengikuti mreka yang telah kusebut sebagai orang tuaku" jawabmu. kali ini kau menjawab dengan tatapan yng begitu berbeda. tak ada lagi kau yang ku kenal dulu. sedetik setelah itu entah mengapa aku berharap kau kemudian tertawa karena telah berhasil menipuku. aku berharap kau berkata bahwa ini hanya leluconmu saja. aku berharap.. sedetik kemudian aku mulai tersadar, ini bukan karanganmu. ini bukan trik mu untuk mentertawakanku seperti yang setiap hari kau lakukan.

"haruskah kau pergi ? bukankah kita baru saja bertemu ? tidak bisakah kau menetap disini, seperti kebanyakan orang-orang lain melakukannya?" tanyaku. kali ini sepertinya kau telah menangkap kegusaran yang kurasakan.
" kenapa ? kau takut kehilangan aku ?" tanyamu balik seraya tersenyum. "aku pun ingin disini, sudah merasa nyaman dengan kalian termasuk kau. aku pun ingin. namun terkadang, ada hal-hal yang tak bisa kita langgar dan kita hindari. ada hal yang memang tak bisa kita tolak meskipun kita benar-benar tidak menginginkannya" .
kita terdiam. sibuk pada fikiran kita masing-masing. entah apa yang ada difikiranmu saat itu sedangkan aku sibuk memikirkan kelak apa yang akan terjadi padaku setelah ini.
"kapan ?" tanyaku memecahkan keheningan. kali ini aku memberanikan diri tuk melihat kearahmu. aku hanya ingin berani untuk terakhir kalinya. aku ingin melihatmu sesering mungkin. karena esok,jikalau aku ingin, kau pasti tak ada di sana. di bangku tepat dibelakang mejaku.

"selepas semester ini, aku akan pindah. mungkin ketiadaan diriku di semester baru tak akan begitu terasa. karena aku memang pindah ketika liburan tiba" katamu sambil membalas tatapanku.
kita berdiam lalu kembali pada fikiran masing-masing. itu percakapan terakhir kita sebelum kau pergi.

itu terakhir kalinya kau menanyakan jawaban kala ujian. dan itu terakhir kalinya pula aku memberikan jawaban ujianku padamu. kau pergi dan benar-benar pergi. awal semester baru kembali mengingatkanku bahwa kau benar-benar sudah pergi. bangku itu kosong. tak ada lagi si jangkung yang slalu duduk di sana. tak ada lagi nama mu yang dipanggil setelah namaku diabsen. tak ada lagi kau yang duduk di samping meja komputer sewaktu di lab komputer. tak ada lagi kau di hari-hari ku .

"hei, tadi dia datang. dia mencarimu dan menunggu lama dibawah sana "
"dimana dia ?" tanyaku pada seorang lagi temanku sambil mengatur nafas karena kecapaian berlari. kata seorang teman padaku di suatu waktu. entah apa yang mendorongku untuk berlari mencarinya. aku berlari sekencang angin hanya untuk tidak terlambat melihatmu.
"kau terlambat. dia sudah pergi." jawabnya sambil berlalu.

***
"kau masih memikirkan dia ?" tanya vita padaku. seorang teman yang selalu menjadi tempat ku untuk mengadu. entah angin apa yang membawanya untuk membicarakan tentang kau setelah sekian lama waktu telah berlalu tanpa mu.
"kenapa ?" tanyaku heran. aku hanya tidak ingin terlihat begitu mengingatmu.
"dia semalam menghubungiku, dia ingin aku menyampaikan sesuatu padamu. dia ingin minta maaf karena belum sempat mengatakan perasaannya sebelum pergi. bahwa dia menyukaimu."
*****

bukan bagaimana kau pergi lalu berlalu kemudian menghilang. tapi bagaimana sebuah jejak yang tertinggal dibelakang yang bahkan anginpun tak mampu menghapusnya. ketika sebuah kepergian yang menimbulkan tanda tanya, ketika sebuah perpisahan yang menimbulkan penasaran. hanya akan menjadi sebuah kenangan yang sampai kau kembali pun akan tetap menjadi sebuah tanda tanya bagi orang yang kau tinggalkan.
aku merasa lebih baik jika orang disampingku pergi tanpa permisi, tanpa pamit dan tanpa pembritahuan. karena itu akan jauh memudahkanku untuk tidak mengingatnya.
ini juga berlaku atasmu, bagaimana nantinya suatu saat kau datang kehadapanku, dan bagaimana pula nantinya kau berniat pergi dariku. jika kelak kau memang berencana untuk meninggalkanku sebaiknya tinggalkan aku sebelum aku terlalu jauh untuk menyukaimu. tinggalkan aku tanpa ada kata yang mengisyaratkan kau mungkin kembali. karena hal itu hanya akan membuatku mengharapkanmu lebih. tinggalkan aku sepahit mungkin, agar aku kelak tidak mengharapkanmu kembali. jangan tinggalkan aku dengan cara yang manis, dengan sederet jejak yang tertinggal, karena itu hanya akan membuatku ingin mengikuti jejak-jejakmu.
itu pun jika kau memang berencana meninggalkanku.~

sekarang, kau  belum tiba dihadapanku. kau mungkin sedang berada jauh atau sedang berada didekatku. kau mungkin bahkan belum sadar akan keberadaanku. tapi aku hanya ingin mengingatkan. kelak, ketika waktunya tiba kau untuk datang kehadapanku. kuharap sebelum kau berencana untuk datang, kau sudah memikirkan apakah kau akan meninggalkanku kelak atau tidak.
dan kelak jika kau memang pasti akan meninggalkanku dengan alasan apapun itu, ku harap kau tidak meninggalkan ku dengan cara yang terlalu manis. namun jika pun hal itu harus kau lakukan dengan manis, aku harap jangan ada janji lagi dikemudian hari untuk mu kan kembali. karena kau pasti tak akan tau seberapa menyakitkannya bagiku terus menunggu mu kembali hanya karena berharap kau  kelak akan memberikan ku kenangan manis kembali.

Rabu, 06 Juni 2012

She Speaks!

aku selalu berbicara tentang kamu, dan masa depan kita. sisanya bagaimana aku menjadikannya kenyataan


Apa yang akan terjadi ketika para wanita berkumpul ? tebakan pertama yang ada dipikiran pastilah BERGOSIP. berkerumun, suaranya kuat, tertawa cekikikan. pandangan yang sangat lazim jika para wanita sudah berkumpul.entah apa saja dibahas. mulai dari teman-teman yang aneh disekitar mereka, para wanita yang menjadi saingan, dan yang paling terutama ialah lelaki. (aku juga terkadang begini kok :D).

topik yang selalu jadi hot news buat kaum hawa. topik yang gak pernah basi dan selalu up to date lah buat jadi bahan obrolan. dan yang pasti akan slalu nyambung kayak kabellah kalo udah denger topik ini dibahas. belum lagi pake acara nongkrong ditempat yang banyak lelakinya. hmmm sudahlahh, suara akan semakin tak terkendali. niatnya mau bisik-bisik eh suara yang keluar udah seperti pake toa aja. 

Bukannya sok tahu sih, tapi kenyataan kan ladies ? pengalaman pribadi yang bikin ane paham betul nih ma kondisi seperti ini. hahahahha


tapi emang yang ada di pikiran cewek itu cuma tentang shopping, cowok dan gosip-gosip doang ya ?~tanya lelaki.


hmm, secara umum enggak loh.

bisa mati bosanlah kalo bahasan tentang hal-hal itu aja.

seperti sore tadi. kala matahari udah gak berada dipuncaknya, aku dan teman terdekatku mulai mencari tempat pewe yang enak buat cerita. (padahal tiap hari ketemu, tapi tetep aja ada bahan cerita). sambil ngopi-ngopi ngilangin suntuk (gaya mu nas, cabut kuliah ajapun :P) kita mulai cerita. awal cerita sih masih ngebahas mengenai tugas~tu kan, bukan tentang shopping kan, tentang tugasssss. lanjut ngalur ngidul entah kemana, aku lupa. yaaaa inilah wanita mampu ngebahas banyak hal sekaligus dan dapat berganti topik pembicaraan secara ajaib. dari A ke B kemudian ke Z lalu kalau bosan bisa kembali ke A. dan semua itu membutuhkan intelektual yang tinggi. makanya kaum hawa itu dianggap lebih pintar dari laki-laki. karena bisa ngebahas banyak hal sekaligus. *bangga jadi wanita*


jika ditinjau ulang dari setiap percakapan yang kami hasilkan, topik cowok itu hanya akan terbahas disaat yang tertentu saja lo. misalnya, hari sabtu malam kemudian saat-saat gak ada kerjaan. selebihnya topik yang kami bahas termasuk bermutu lo. mulai bagaimana tentang politiknya indonesia, bisnis yang pengen di bikin  selepas tamat kuliah, berita-berita yang lagii marak di tv hingga, tempat-tempat pkl yang bakal dituju~secara kitakan mahasiswi semester 6 yang *ehm bentar lagi tamat *AMINNNN.....

terkadang yang dibahas juga bukannya ada kaitannya dengan jurusan kami. urusan kesehatan juga sering jadi bahan obrolan. tentang penyakit ini-itulah, gejalanya gimanalah, pokoknya belagak jadi mahasiswi kedokteran dehh. yang paling sering sih kapan target menikah. nahhhhhhhh, topik-topik ini yang sering menimbulkan efek yang cukup dahsyat. bisa jadi galau, bisa jadi heboh tak jelas dan endingnya ya ngebahas tentang prialahhh...

btw, aku kerap merasa wanita itu terlalu hebat buat pria. ketika para pria sibuk dengan hobi-hobi mereka, para wanita terlihat gak begitu suka. tapi tahu gak, klo para wanita selalu berusaha untuk mengikuti hobinya lelaki. ketika lelaki suka bola, banyak bangetkan para wanita yang meski gak suka tetep rela buat nonton bareng. nahhh gimana dengan para pria ? apa ada para pria yang betah nemeni wanitanya untuk nyalon? atau nemenin nonton film korea dan ikut mellow dengan alur cerintanya ? hahahahah, kalau pun ada, pasti jarang bangetkan. see, terlihat bangetkan bagaimana perempuan selalu ingin bikin sang doi seneng.

 

hahaha, back to the topic...

wanita yang jomblo berkumpul itu pasti punya satu kesamaan cerita yang kalo ketemu, psti ujung-ujungnya curhat. temanya kali ini "bagaimana bisa memahami makhluk yang bernama pria ditengah gengsi yang tinggi". lihat tu pria, bagaimana kami kaum wanita kerap memikirkan bagaimana untuk memahami kalian. ditengah gengsi bahwa wanita itu harus tenang dan gak bole agresif, ya kami cuma bisa bertukar pendapat. terkadang diselipin motivasi-motivasi yang kalau didengar orang-orang seakan-akan kami udah berpengalaman. tapi itulah kami, mencoba saling menegarkan.hahahaha

yang kami lakukan bukannya menyalahkan prianya, melainkan mencari tahu apa sih yang kurang dari diri kami sendiri.~itu yang ku suka ketika bercerita dengan mereka. mreka mengajarkanku bukan untuk melihat apa yang ada diluar melainkan apa yang ada didalam diri sendiri. berbeda ketika bercerita dengan orang lain yang slalu sibuk nyalahin keadaan ataupun orang lain. mreka berbeda. mereka mengajarkan bagaimana untuk mampu dan mau mengakuin kelemahan diri sendiri. bukan untuk menjatuhkan tapi untuk membantu agar tidak salah lagi dikemudian hari.

 

***

pembicaran random hari ini bersama mereka, membuatku tersadar akan banyak hal yang selama ini luput dari pandangan. bagaimana para wanita yang selalu ingin tampil sesempurna mungkin untuk prianya, bagaimana para wanita slalu dianggap sebagai biangnya gosip namun tetap mampu menghasilkan percakapan-percakapan yang berkelas dan tidak kacangan, dan bagaimana perempuan yang selalu dianggap ribut oleh kaum pria tanpa pernah mereka sadari, kita para wanita ini menjadi ribut karena sedang membahas apa yang pria mau. ya, mungkin wanita slalu dianggap hanya akan membuang waktunya untuk percakapan-percakapan yang tidak bermutu, tapi percakapan yang tidak bermutu itu hanyalah bumbu-bumbu kecil pada saat membicarakan tentang masa depan kami. kami bercerita bukan hanya tentang kami, dan segala urusan duniawi seperti yang dibayangkan orang-orang. kami selalu bercerita tentang masa depan kami. tentang impian-impian kami yang ingin kami raih bersama pria kami masing-masing. kami ingin menjadi pasangan yang layak buat kaum yang bernama pria. mencoba mengimbanginya, mencoba untuk terlihat manis. mencoba menahan kepintaran kami hanya agar tidak membuat kalian para pria terlihat bodoh, mencoba memahami dunia-dunia yang kalian perkenalkan meskipun kalian sendiri enggan masuk kedunia kami. 

pembicaraan-pembicaran ini memang selalu berisik. karena kami terlalu bersemangat untuk menceritakan tentang kamu dihadapan para teman-teman. bagaimana kami harus mempertahankan amarah kami hanya untuk melihat seberapa sabarnya kalian pada kami.

lihattt, pembicaran kami bukan selamanya tentang diri kami sendiri. bukan tentang baju baru, atau tentang cowok tampan yang ada diseberang meja. kami membicarakan tentang apa yang kami inginkan di masa depan. apa yang nantinya bukan hanya jadi mimpi indah bagi kami. kami membicarakan tentang dunia yang kami inginkan. mungkin terlalu "ribut" untuk didengar. tapi masihkah dikatakan "ribut" jika yang kami inginkan dimasa depan adalah kalian sebagai PRIA kami ?

 


Rabu, 30 Mei 2012

TIME

bukan bagaimana berjalan seiring waktu, tapi bagaimana menikmati setiap detik dari waktu yang singkat-Anas

sudah berapa lama sejak postingan terakhir, aku lupa. mood untuk menuliskan berbagai cerita pun mulai memudar. entah mengapa, aku hanya merasa ide-ide lagi tak banyak yang keluar. orang-orang disekitar yang biasanya dijadikan inspirasi kecilpun menghilang. ahh, entah kemana kunang-kunang inspirasiku belakangan ini . sepertinya mereka pergi terbang dan hinggap ditempat lain. dan sepertinya mereka sedikit tersesat kala kembali pulang. hahahah

hari ini sepertinya aku tidak punya bahan yang enak untuk diceritakan. lagi tidak dalam kondisi baik untuk bercerita tentang cinta, lagi tidak punya topik untuk membahas hal-hal yang menyenangkan, dan sedang tidak punya tenaga untuk bergalau ria. aku hanya sedang merasa belakangan ini banyak hal-hal yang terjadi begitu saja tanpa meninggalkan memori. bahkan ketika aku mencoba mengingat hal yang menyenangkan yang kulakukan seharian di malam hari, aku kerap susah menemukannya. aku hanya merasa terlalu datar....
Senyum yang terukir di tiap harinya juga seakan berbeda dari hari-hari biasanya. lebih sensitif namun terkadang lebih tidak mau tau . ~kumat randomnya ya nass....

pernah kamu merasa seperti itu ? seperti melakukan sesuatu yang banyak, namun saat akhirnya kamu berhenti mengerjakan sesuatu dan mencoba mengingat apa yang telah kamu kerjakan, kamu justru seperti tidak melakukan apapun. yang tersisa hanya kelelahan tanpa kenangan.
seperti sedang mengalami duka, namun tak ada yang meninggalkanmu...
seperti sedang mengalami kepedihan, namun tak ada yang melukaimu.
ahhh.. rasanya ya seperti itu. agak susah mendeskripsikannya. apapun namanya itu, aku benci merasakannya...!

pernah kamu merasakannya? ketika waktu berjalan dengan cepat tanpa meninggalkan kenangan yang bisa kau ingat akan kejadian yang telah kau lalui ?
pernahkah.....?

Senin, 14 Mei 2012

Just watched the show


aku bukan membenci pada bagian itu. aku benci pada bagian lain dari hal itu yang melibatkan terlalu banyak diriku. aku bukan orang yang terlalu ingin mencolok. aku ingin biasa-biasa saja. aku ingin hanya sekedar ada, "berarti" namun tidak mencolok, mengertikan maksudku ?
aku bukan orang yang terlalu tidak peduli pada apa kata orang-orang. aku mempedulikannya namun lebih banyak mendiamkannya dan menjadikannya beban sendiri. aku tidak ingin menjadi sebuah sentral dan pusat dari sebuah pembicaraan. aku hanya ingin menjadi pendengar bukan orang yang sedang dibicarakan.

sekarang, kamu sudah mengertikan maksudku?
aku bukan membenci pada bagian itu. aku hanya benci dianggap sebagai seorang penyebab sesuatu hal yang negatif. dan aku memang tidak bisa untuk tidak memperdulikannya. aku tidak ingin hidupku terusik. aku tidak ingin hidupku terganggu. aku ingin damai.

aku ya seperti itu.
melakukan sesuatu, menyukseskannya kemudian menghilang.
aku hanya tidak ingin menjadi sebuah objek yang diperhatikan. aku hanya ingin tersenyum dibelakang panggung, kemudian pulang dari pintu belakang setelah acaranya selesai.
aku ya seperti itu.
tapi aku selalu marah pada hal-hal yang menjadikanku sebuah topik. aku hanya merasa privacy ku sedang terganggu. orang-orang itu menyebut namaku tanpa dosa. menertawakannya tanpa pernah peduli aku benci hal itu. ya, aku mungkin tersenyum menyambut tawa mereka. tapi setelah itu berlalu, tawa orang-orang itu mengejarku hingga ke peraduan. aku benci untuk tidak bisa tidur hanya karena hal-hal itu.

tidak bisakah seorang "aku" membenci sesuatu ?
tidak bisakah seorang "aku" tidak bisa tidak memperdulikan apa kata mereka?
tidak bisakah seorang "aku" marah akan hal itu ?

.....

mungkin pada heran melihat orang seperti aku. ketika orang-orang sibuk mencari perhatian, aku justru membenci hal itu. bukan, aku bukan membencinya seperti aku membenci serangga (kecoa-red) , aku hanya merasa tidak nyaman pada saat menjadi sebuah topik pembicaraan. aku takut dengan tanggapan, pandangan dan pemikiran orang-orang terhadap aku. aku takut, itu saja.
aku benci harus melihat orang-orang memandangiku seakan aku seorang penjahat yang kabur dari penjara di pulau Alcatraz. aku benci tatapan itu. mungkin bukan merendahkan, bukan juga untuk menghina. bisa saja tatapan itu bermakna senang atau bangga. tapi aku tetap merasa tidak suka.
aku hanya ingin bekerja dibelakang layar, bekerja semaksimal mungkin kemudian tersenyum puas melihat hasil yang tercapai.
ahhh, aku hanya ingin berdiri di pojok ruangan mengamati pertunjukan, bukan menjadi seorang pemeran utama yang mendapat tepuk riuh dari penonton.


Rabu, 09 Mei 2012

kayuh sepedamu..!

ku kayuh sepeda tua itu. kelak dia akan membawaku pada sebuah akhir, yaitu kamu.~anas
Pernah mengendarai sepeda, mengayuh sekuat tenaga agar bisa berjalan secara seimbang  ? bagaimana berusaha mempertahankan keseimbangan agar tidak jatuh dan melukai diri sendiri. berusaha bisa mengendarai kendaraan beroda dua itu agar setidaknya dapat diterima bermain dengan anak-anak lain yang mungkin telah mahir mengayuh sepeda. 
Sewaktu kecil dulu, aku ingat bagaimana aku yang merengek dibelikan sepeda roda 4. aku ingin seperti anak-anak yang ada disekitar rumahku. mengayuh cepat mengejar angin. sepertinya seru batinku berucap. bagaimana tidak hal itu terlihat keren bagiku. hal itu memang sangat keren. coba ingat bagaimana perasaan mu sewaktu angin meniup wajahmu ketika kau mengayuh cepat sepedamu, keren bukan ? rambut bekibar mengikuti arah angin. seakan mampu terbang, dibawah langit biru roda itu melaju. semua sangat menyenangkan. dan aku melihat kegembiraan pada anak-anak itu, sewaktu mengayuh sepeda mereka. dan mereka berhasil membuatku cukup merasa iri sewaktu kecil. dan untungnya rengekanku berhasil membawakan sebuah sepeda berkeranjang berwarna pink dengan 4 rodanya, kehadapanku.
Sepeda pertama yang kumiliki. aku masih ingat bagaimana perasaan ku pada saat menaiki sepeda itu. rasanya seperti ummm.... menyenangkan. tapi sepeda itu tak bisa secepat yang kuinginkan. roda bantuan itu menghalangiku. aku tak bisa sekencang apa yang kubayangkan. tapi mau apa lagi, aku terlalu takut melepas roda bantunya. aku hanya ingin tidak terluka ..
aku adalah salah satu anak yang cukup pembosan. ketika hal itu tidak lagi menjadi menyenangkan bagiku, maka akan aku tinggal. semangat bersepedaku pun hilang seiring lanjutnya usiaku. semakin dewasa aku justru semakin takut untuk jatuh. rasa takutku jauh lebih besar terhadap rasa keinginanku untuk melaju dengan roda dua saja. hingga ketika aku duduk dikelas 5 SD , rasa penasaran itu muncul kembali. aku anak yang tak boleh ditantang. aku selalu merasa tak ingin berada dibawah dari teman-temanku. trend bersepada muncul pada saat itu. dan kondisi itu membuatku merasa aku memang harus berani.

ketika anak-anak lain dituntun oleh ayah mereka untuk naik sepeda, aku justru berusaha sendiri. hanya bermodalkan teras depan rumah yang kecil, aku belajar. berputar-putar sambil tetap menjaga agar tidak jatuh. tapi aku butuh jalan yang luas dan panjang. teras rumah terlalu sempit dan itu tidak menyenangkan. fyi, rumahku berada di pinggir jalan dimana mobil lalu-lalang. dan untuk seusiaku pada saat itu, mengendarai sepeda tanpa adanya pengawasan orang tua, sangat beresiko. dengan keyakinan penuh, aku kayuh sepedaku sekencang-kencangnya. dan Yippppieeee !!! i did it !!!!
rasanya sangat luar biasa, rasanya tak terbayarkan. bagaimana aku berjuang sendiri mengatasi rasa takut tanpa ada yang menjaga, dan akhirnya aku melaju. melaju dengan bebas, sekencang yang ku mau.

***
ingat bagaimana kayuhan pertamamu dulu ??
bagaimana rasanya mampu mengayuh tanpa ada lagi yang menjaga dari belakang ?
mengaggumkan bukan ?? :D

***

setelah aku dewasa, zaman udah beralih. dari sepeda menjadi sepeda motor. namanya sama-sama sepeda sih, tapi jelasssss hal itu berbeda. bagaimana yang satu kau kayuh dengan kedua kakimu dan yang satu lagi hanya mengandalkan kekuatan tangan mu untuk mengontrol gasnya. 
rasa penasaran terhadap sepeda sewaktu kecilku dulu datang lagi. aku mahasiswi semester 6 tidak mampu mengendarai kendaraan bermotor roda dua itu. dan bukan anaslah namanya jika tidak merasa tertantang.

seorang wanita kini sebenarnya sudah dianggap wajar saja mampu mengendari kendaraan sekarang. emansipasi gitu loh... tapi tetap saja pergunjingan atas hal itu tetap ada. niat buat belajar ditentang oleh orang tua. bilangnya takut inilah, itulah. teman-teman juga merasa hal itu kurang perlu. lagi-lagi aku belajar sendiri. mencari orang-orang yang mendukung. mencari motor yang bisa dipinjam.  dan tentunya mencari yang mau ngajarin.

keliling kampus sudah kulewati. aku mampu ternyata. tapi cepat atau lambat ya aku harus ke jalan besar. ditengah banyaknya yang meragukan kemampuanku, seorang teman justru mempercayakan motornya untuk kubawa. dengan dia diboncengan, aku melaju bermodalkan nekat. ada kata-katanya yang menarik dan membuatku kembali percaya diri. "kalau enggak sekarang, kapan lagi ? toh kalau kamu jatuh, kamu tidak jatuh sendirian. kan aku juga ikutan jatuh. jadi buat apa takut"
dan aku berhasil melewatinya !!! menghindar dari mobil-mobil yang padat dijalan kota medan. rasanya itu menyenangkan ketika ada seseorang yang percaya padamu.
rasanya seperti... ummmm... MENYENANGKAN..!!

****
bukan bagaimana mampu mengendarai motor yang membuatku bahagia, tapi perasaan dimana ternyata aku mampu mengalahkan ketakutanku sendiri. itulah,manusia selalu kalah pada bayangannya sendiri. takut pada hal yang belum terjadi dan pada akhirnya enggak pernah mau mencoba. aku juga selalu seperti itu. terlalu banyak yang dipertimbangkan hingga pada akhirnya satu langkahpun tak tercipta. manusia punya sifat dasar yang memang alamiah, yaitu takut untuk merasa sakit. takut merasa sakit sendirian, padahal kita gak pernah sadar bahwa orang-orang besar juga melalui kesakitan itu juga dulunya sebelum menjadi besar seperti sekarang.
bagaimana aku bisa bangkit jika aku tidak pernah merasakan jatuh?
bagaimana aku bisa berlari jika aku selalu takut untuk melangkah?


 setidaknya pada saat aku terjatuh, aku tidak jatuh sendirian. kan banyak orang yang mungkin jatuh bersamaku. ataupun jika mereka tidak jatuh, tangan mereka justru yang mengangkatku tuk berdiri. 
mungkin awalnya tangan mu akan terluka, dilain waktu mungkin kakimu yang tergores. mungkin juga, kau akan merasa takut untuk beberapa lama, tapi tidak untuk selamanya. luka-luka itu pasti akan menghilang, dengan sendirinya. tapi rasa takut itu, hanya kita yang mampu mengendalikan. lantas apa kita rela tangan dan kaki telah penuh luka namun kita tetap tidak mendapatkan sesuatu yang menyenangkan.? bukankah itu imbalan yang kurang adil? 
bukan bagaimana kita berhasil mengayuh hidup kita dengan kencang. tapi bagaimana proses yang kita lalui sehingga kita mampu tetap mengayuh dengan kencang~setidaknya, yang kutahu kita sekarang sedang sama-sama belajar tuk mengayuh. kan ada orang yang berhenti belajar dan kemudian menyimpan sepedanya digudang karena lelah merasa jatuh. tapi kan tetap ada orang yang rela terus mengayuh meski terus jatuh dan kelak orang-orang inilah yang kan merasakan terpaan angin yang menyenangkan itu.

kamu pilih yang mana ????


Jumat, 04 Mei 2012

sebuah Rindu tak beralamat

bagaimana rindu mampu membuatmu menang, karena memiliki bagian terdalam dari sebuah hati

kangen yang seperti ini nih yang menyebalkan. kangen pada seseorang yang ntah siapa..
kangen yang seperti ini benar-benar menguras hati dan pikiran.

lantas bagaimana bisa kamu kangen pada orang yang kamu tak ketahui siapa ?

ya aku cuma merasa kangen saja. merasa rindu pada seseorang diluar sana hari ini.
rindu untuk di dengar lalu diperhatikan tapi oleh ntah siapa.
ada gak sih rindu yang seperti ini???
rindu yang alamatnya tak tahu harus tertuju pada siapa.
rindu yang sang pemilik rindunya saja bingung bagaimana dia harus mendeskripsikan rindunya sendiri.

ahhhhh.... yang ku tahu, aku hanya rindu pada mu hari ini. 
siapapun kamu yang membuatku seperti ini, bertanggung jawablah dengan hadir dan mengobati rindu ini.
apa setega ini kamu ??
meninggalkan setitik rindu yang tak beralamat, kemudian pergi menghilang.
tidakkah kamu tak ingin menampakan muka sesaat, hanya untuk menghilangkan kepenasaranku pada paket rindu yang menyergapku hari ini ?
lantas tujuanmu apa ?
hanya ingin melihatku gelisah seorang diri, lalu kau tersenyum puas dibalik awan ?
itu jahat namanya...
kau terlalu lama membiarkanku penasaran akan asa yang kau kirimkan padaku. 
tidakkah kau takut, aku kemudian lelah berharap kemudian berhenti tuk penasaran akan sosok mu lagi ?
jika itu terjadi, kelak kau tak akan melihat raut wajah ini yang penuh harap lagi. 
dan kelak, kau mungkin tak bisa menertawakanku yang kian gelisah krn mu di balik sana.
dan kelak, ketika kau memutuskan tuk menuliskan rindu yang beralamat, aku tak akan ada disitu untuk membuka paket rindumu lagi...

yaaa, pasti kau kini tertawa.
menertawakan kerinduan ini, hingga terpingkal bahkan geli pada bagian perutmu.
teruslah menertawakan rindu ini. kelak aku tak bisa janji lagi akan merindumu seperti ini.

ahh, hari ini aku hanya merindukanmu. meskipun aku tahu kau sekarang sedang menertawakan kegelisahaan ini. tapi tetap saja rindu ini menyergap. rindu yang tertuju pada kamu yang entah siapa, yang dengan beraninya membuatku merindukan sosokmu yang blum pernah ada.
 dan kau menang, aku memang merindukanmu, 
siapapun kamu, apapun yang kamu lakukan, dan dimanapun kamu,
aku memang merindukanmu