Kamis, 14 November 2013

Cinta Basi

jika boleh "selamanya" jangan biarkan ada "akhir" di dalamnya, itupun jika kamu mau -A

jika asing kini adalah sebuah hati. 
maka kuyakini itu adalah KITA

jika waktu kini adalah pudar
maka kuyakini itu adalah KITA

rasa itu hambar,
karena KITA.
cinta itu basi,
karena KITA.

dan karena KITA, 
seperti telah menjadi aku dan kamu yang TERPISAH.

jika kelak itu ada kamu di suatu ujung nantinya,
aku mau memanaskan cinta agar tak basi
dan jika memang ada aku di ujungnya kamu.
ku harap, Aku dan Kamu kembali menjadi KITA


Rabu, 21 Agustus 2013

Pagi Kita

cos i love the way you say "good morning" and you take me the way i am

Pagi ketika mata ini terjaga,
selalu ada nada yang sangat ku nanti.
mungkin sekedar ucapan "pagi" dari bibirmu
namun, seperti secangkir semangat, "pagi" darimu  mampu membakar dinginnya pagi.

dulu, pernah....
suatu malam aku berlutut. meminta hal sederhana.
bahkan terkesan kekanakan bagi usiaku sekarang.
"aku ingin kamu"
ingin dicintai oleh kamu. ya... kamu. 

dulu, pernah....
aku terjaga semalaman hanya demi sebuah ucapan selamat malam darimu.
setidaknya saat itu aku hanya ingin menutup hariku dengan sempurna karenamu.

hanya saja, aku dulu pernah...
membohongi hati hanya tuk melihat seberapa kuat kau menantiku.
menghindari rasa hanya tuk melihat seberapa sanggup kau memperjuangkanku.
aku yang dengan semua kurangku ini....
aku yang dengan semua salahku ini...
aku ingin melihat kau bertahan 
walau pernah aku menyesali krn telah melewatkanmu
doaku tetap sama ....
"aku ingin kamu" di suatu waktu nanti.

Dan saat yg tepat kemarin.
disuatu sore yang teduh, aku tak kan mau melewatkanmu lagi.
aku yakin, aku tak boleh melepaskanmu lagi.
dan, disinilah kita. bersama bergandengan tangan.

aku sayang kamu
bahkan saat emosi melanda hati kita.
bahkan saat kita berdua saling tak bicara
bahkan saat kita lupa mengucapkan "selamat malam" tuk menutup hari.
aku sayang kamu
bahkan saat lelah dan sepertinya aku tak punya pilihan, aku sayangnya kamu.

dan, ditiap pagiku kelak
aku punya harapan kecil
setidaknya, biarkan Dia mengizinkan ku tuk jadi yang pertama melihatmu menatap pagi...




Minggu, 11 Agustus 2013

a little Story

Jika sebuah sayang pernah terucap. ragu manapun tak akan mampu menggeser. itupun jika benar itu sebuah sayang-A


Ceritaku bermula dari sini.
Dari sebuah hati, yg terlanjur di jatuh cintai.
Entah sejak kapan rasa itu bersemayam, yg ku tahu. Aku sudah menyayanginya.
Cerita kita pun dimulai.
Ada aku,
Ada kamu,
Dan semua kisah tentang kita.
Yg terkadang kita luput. Kita menyisakan satu tempat buat dia, sang sahabat.

Cerita kita mengalir.
Seperti air yg tergenang dan berakhir ke hilir. Kelak kita juga berharap bertemu di ujungnya.
Ada aku dan kamu. Kita mengikat janji.
Seperti air pula, yg mungkin belok ke kanan atau kekiri, sejauh apapun dia akan tetap bertemu dengan hilir.
Bukan kah kita juga menginginkannya?
Sejauh apapun kita berlari, kita hanya akan berakhir pada pelukan satu sama lain.
Sepertinya itu mimpi kita. Bukan aku atau bukan kamu. Tetapi kita...

ya, kita lupa.
Ada celah di lorong hati tanpa kita sadari.
Ada lubang, yg lupa untuk ditambal..
Kita kerap lupa mengisinya.
Kita yg mengijinkannya masuk.
Sang sahabat, sepertinya hadir menjadi sebuah objek yg tak pernah kita sadari.

Sang sahabat,
Itu pekikmu...
Tetap menggenggamnya dengan tangan yg kau gunakan tuk memelukku.
Sang sahabat,
Itu katamu...
Tetap menatapnya dengan mata yg kau gunakan tuk menatapku.
Sang sahabat, itu dia...
Tetap bersamanya denga semua waktu yg seharusnya kau sediakan buatku.

Aku sudah pernah katakan bukan, cintai aku seutuhnya.
Bukan dengan setengah, atau seperempat dr hatimu.
karena Jika sebuah sayang pernah terucap. ragu manapun tak akan mampu menggeser. 
itupun jika benar itu sebuah sayang

Dan cerita kita dimulai.
Ketika sang ragu kamu sematkan pada dahiku.
Dan setitik yakin kamu buang dr hatimu.
Cerita kita dimulai dari situ.
Dari saat sang sahabat lebih dari aku yg dihatimu.

Cerita kita mungkin akan segera berakhir.
Dengan akhir yg jelas tak mampu kuterima.
Namun, jika sayang...
Pena mu tak akan semudah itu untuk menuliskan "tamat" pada akhirnya....
Dan jika memang berakhir,
aku harap, memang bukan kamu yg ada diujung penantianku.





_____________________________________________________________________

this is for you my sister..
ini kisah tentang mu, dan selamat menikmati :)

Rabu, 22 Mei 2013

Si kecil

semua orang pada akhirnya berubah berubah menjadi apa, tergantung bagaimana hidup menempahnya. itu sih menurutku. dan aku sendiri pada akhirnya menyadari mulai banyak yang berubah dari aku dalam kurun waktu hampir setengah tahun ini. bisa nebayangin, aku dulu anak yang gak pernah nangis, justru sekarang bisa setiap malam sembunyi dibalik selimut hanya agar tidak ketahuan tengah menangis oleh sibapak. berubah jadi cengeng kali ya aku ini *tepokjidat*

aku dulu anaknya juga orang yang paling cuek seantero dunia dan akhirat. gak pernah ngeh klo sedang diejek, slalu mikir positif klo orang orang lagi bercanda. semua hal ga pernah dimsukin kehati. nah sekarang ini ? kadang saja aku bingung lihat tingkahku yang entah kenapa berubah jadi orang yang paling sensitif sedunia. seakan-akan tiap hari sedang masa PMS -_-" . hal kecil bisa bikin tersinggung berhari-hari. dicuekin aja bisa mikirnya yang lain-lain. yahhh... kadang perubahan seperti ini yang gak mengenakkan. perubahan yang merugikan hati. *sigh....

 

tadi malam dapat kabar kalau ponakan ku ditabrak mobil. reaksi pertama waktu ngedengernya nangis sejadi-jadinya. mikirnya udah jauh, seakan-akan ponakanku ini sampai gimana gitu. Puji Tuhan, cuma lecet dan ada sedikit retak yang tidak membahayakan. mungkin reaksiku lebay sih, tapi ya entah kenapa, aku hanya takut.

untuk sekarang, aku menjadi anak yang paling penakut sedunia. mungkin karena aku sudah pernah kehilangan itu sehingga untuk sekarang aku terlalu takut menyaksikan kehilangan-kehilangan lagi. kehilangan -kehilangan itu seperti mengambil setiap jiwaku yang dibawa entah kemana, sehingga aku merasa aku kemudian berubah menjadi orang yang bukan aku.

yah, setidaknya kondisi ponakan ku ini sudah membaik. bahkan sangat baik ditengah lecet-lecet ditubuhnya.

ada yang lucu sewaktu aku menjenguknya semalam. begitu aku datang, wajahnya langsung memelas minta diperhatikan, kemudian dengan polosnya dia menunjukkan semua luka-luka yang didapatnya, intinya sih seperti dia sedang memamerkan luka-lukanya. "lihat, aku punya luka aunty" sedetik aku tersenyum melihat tingkahnya. bagaimana anak sekecil ini sanggup seperti ini ya? kalau aku jadi dia, aku pasti sudah nangis semalaman. ketika dia merasa bahwa semua orang sudah tidak lagi memperhatikannya, dia kemudian menangis, merengek. aku sih dengan polosnya bilang "sayang, kita foto-foto mau ?" dan tebak apa reaksinya? dia yang tadinya tidur sambil menangis, langsung bangkit dan berhenti menangis "ayok foto Aunty" katanya cepat.  

 

 

kebayang ga si kecil ini baru aja tabrakan ?


dan ini lah hasilnya, seakan lupa dengan sakit yang dia keluhkan dia bergaya. setelah foto selesai, dia kembali menangis. hahahaha aku cuma tersenyum melihatnya. yah, setidaknya aku masih bisa memeluknya saat ini, aku masih bisa melihat dia bertingkah seperti ini. setidaknya aku tidak kehilangan lagi.


pengen aku seperti dia, sesakit apapun setidaknya dia menyempatkan dirinya sendiri untuk tersenyum. karena akhir-akhir ini aku sepertinya lupa tuk tersenyum. bahkan untuk diriku sendiri. dan sepertinya si kecil ini memberiku banyak pelajaran buat melupakan hal sakit dan kembali menertawakan diri sendiri. hal yang jauh sudah lama ku tinggalkan.


Selasa, 14 Mei 2013

it's magic


hai,
saya kembali mengadu padamu hari ini. bagaimana kamu yang buatku bertambah cinta hanya dengan ejekan konyolmu?
bagaimana kamu dengan mudahnya membuatku terpesona?

hari ini kau bersamaku. menggenggam erat tanganku.menarikku kedalam pelukanmu. dan hebatnya saya yang dari dulu punya prinsip tak mau dipeluk malah luluh mencair di pelukanmu yang hangat.
kamu tahu cuaca hari ini sangat panas. namun aku merasa aman dibalik lenganmu. entahlahh... sepertinya kedua lengan dan dadamu punya sihir buatku merasa sejuk.
sigh.... benar-benar keterlaluan kamu bukan?
sepertinya kamu punya banyak sihir buat ku hari ini. dan aku menyukai sihir-sihir mu itu.
kenapa tidak dari dulu saja kamu menyihirku sayang ?
ahhh aku lupa .. !! aku yang dari dulu menolak sihirmu... *saya ini terlalu bodoh buat menyadari keberadaan manusia spesial seperti kamu*

hai sayang...
hari ini ocehan mu mulai bertambah. tiap kosa kata yang keluar benar-benar menyebalkan. namun jujur, aku tak bosan mendengarkannya. tahu kenapa ? setidaknya wajah mu terlihat menarik jika sedang marah..
ahh... aku benci harus mengakui ini. mengakui bahwa aku menyayangimu.
tahu kenapa aku benci mengatakan cinta padamu ? aku hanya tidak mau mengumbar hal yang akan aku ucapkan sekali seumur hidup. yaitu disaat kau dan aku berada di altarNya. aku tak mau menjadikan Cinta terkesan murahan hanya karena terlalu sering mengumbarnya. ucapan yang akan terdengar sekali dan selamanya, namun aku menjanjikannya sampai maut yang memisahkan.

bila tawamu esok mampu aku beli, boleh aku beli semuanya? setidaknya aku punya stok dikantongku agar kelak ketika aku merasa sepi tanpamu disamping aku masih bisa mendengarkan tawamu. dan itu sihir kesekian darimu.
dan bagaimana dengan tatapan itu ? atau genggaman hangat tangan mu ? atau juga pelukan hangatmu ? atau kecupan kecil dipipiku? boleh aku membeli semuanya ?
setidaknya agar aku tidak kehabisan sihirmu.....
dan kelak jika kau kehilangan akal buat menyihir ku , tak perlu kau lakukan apapun lagi. tanpa sihir apapun, aku sudah bahagia pernah menyayangimu tanpa alasan apapun :)


Kamis, 18 April 2013

Cerita Pada Awan


hai awan, bagaimana kabarmu di atas sana? sepertinya angin membuat bentukmu banyak berubah, beda dengan yang ku sapa semalam sore, tapi tenang aku tahu kau tetap awan yang sama dengan yang semalam. hati ku berkata itu, namun jika memang bukan setidaknya kau tetap bernama awan untukku. :)


awan, sepertinya enak ya tinggal diatas sana. kau selalu bergerak mengikuti angin membawamu ntah kmana. bertemu dengan banyak manusia. bertemu dengan burung-burung yang sedang bermigrasi atau bertemu dengan benda-benda langit yang bisa saja sedang melintasi bumi.

dan sepertinya diatas sana "kelihatan"  sangat damai. iya atau tidak, ya kamu yang bisa jawab awan. aku mah hanya nebak-nebak saja dari bawah sini.


ya, aku lupa. kamu juga bisa saja sesekali mampir kebumi. dalam bentuk hujan bukan ? hahaha aku masih ingat ternyata bagaimana proses fisika itu terjadi. bagaimana kamu mengembun, mengubah diri menjadi hujan disore hari yang cantik yang kadang membuat banyak manusia yang menggerutu hanya karena basah oleh hujan darimu. kalau aku sih justru lebih memilih menjadi manusia yang menikmati tiap tetesan sang hujan. setidaknya aku suka bau sebelum hujan , menenangkan. 

dan sepertinya banyak bagian sulit yang aku lupakan ketika menjadi mu, awan. aku lupa kamu harus menghadapi angin yang bisa saja datang seenaknya. iya kalo bertiupnya pelan, kamu mungkin masih bisa menikmati perjalananmu sebelum jatuh kebumi. lantas ketika angin bertiupnya kencang? aku percaya seketika itu pula kamu lenyap bukan? ya, aku kerap melupakan bagian-bagian seperti itu. aku juga lupa kamu harus menghadapi tingkah kami manusia yang setiap hari membuang CO  dalam bentuk polusi. dan kamu dengan terpaksa ga pernah bisa mengeluh. kamu menerimanya, menyimpannya dan membiarkan racun itu merusakmu secara perlahan.

ya sepertinya aku mulai berfikir ulang untuk berada disana, sepertinya aku memang tidak dipersiapkan untuk membuat pengorbanan sebesar itu awan. aku hanya mau enaknya saja bukan #sigh....


aku hanya ingin berada ditempat yang setidaknya bisa dapat enaknya saja, namun mana ada tempat seperti itu bukan.bahkan dilangit sana yang terlihat damai sekalipun, pasti punya "sulitnya" sendiri. seperti kata orang, rumput tetangga kerap terlihat lebih hijau padahal bisa saja mereka menggunakan rumput sintetis bukan.... 


sama seperti orang pacaran yang sedang curhat keteman-temannya. selalu ngeluh pacarnya kurang ini dan itu. kemudian membandingkan dengan pacar orang tanpa sadar bisa saja pacar orang itu jauh lebih buruk dari pacar sendiri.

lalu aku mulai berfikir, jika tidak ada yang sempurna didunia ini, mengapa kita tidak bisa pura-pura merasa sempurna saja sebagai manusia? setidaknya dengan cara itu kita bisa lebih gampang bersyukur bukan? dan mana tahu dengan pura-pura bersyukur suatu saat nanti kita lupa bahwa tengah berpura-pura dan akhirnya kita menikmati semuanya secara sempurna... 

kerap aku berfikir kepura-puraan sepertinya memang terkadang dibutuhkan. semuanya di adakan bukan tanpa sebab bukan ?. bahkan untuk sebuah "kepura-puraan" hal itu pasti dibutuhkan suatu saat nanti. meski konotasinya negatif, belum tentu menghasilkan hal yang negatif pula bukan? ahh sepertinya aku tengah melakukan pembenaran pribadi untuk sebuah kepura-puraan. atau aku tengah berpura-pura sekarang ? hahahah semakin bingung bukan ? sama, aku juga :)


awan...

aku masih iri sedikit dengan mu. setidaknya kamu sanggup terlihat damai. sanggup terlihat tenang.

setidaknya kau sanggup membuatku ingin sampai disana hanya untuk mengintip sedikit kebahagiaan di langit. itupun jika memang benar ada...

dan awan, ada siapa di balikmu ? tanya ku penasaran sekarang..... :)

Rabu, 03 April 2013

02.04.2013

when you gone, i believe you never forget me. you're my mom.


saya kangen kamu.
biasanya setiap pagi kamu selalu teriak-teriak buat banguni saya yang selalu ga pernah bisa bangun pagi.
kebiasaan pagi yang slalu diawali dengan repetan itu ternyata ngangeni juga.
sampai sekarang, saya selalu lama-lama bangun. kali ini tujuannya berharap kamu teriak banguni saya, kemudian merepet sepanjang pagi. setidaknya aku ingin mendengar suaramu sekali saja.tapi selama apapun kali ini aku bangun, kamu tak akan bisa berteriak lagi.

saya rindu cium kamu kuat-kuat, ma
ingat betapa seringnya saya cium pipi kamu ma. hingga kamu tak bernafas. itu kesenangan pribadi buat saya, saya senang menggodamu, ma.
dan sekarang cuma bantal yang bisa saya cium kuat-kuat. berharap rasanya sama. namun sampai saya rasa-rasa bagaimanapun, tetap tidak sama.

saya rindu masakanmu yang super pedas.
kamu tahu bagaimana saya yang tidak pandai masak tapi paling jago mengomentari masakanmu. bilang tidak enak lah, bilang itulahh hanya agar kamu kesal .
dan sekarang sejak kamu pergi, saya terpaksa masak sesuai kemampuan saya dengan rasa standart yang terkadang saya berdoa agar orang tidak sakit perut memakannya.
saya cari kesemua tempat makanan yang rasanya sama seperti masakan kamu. malah yang ada justru saya semakin merindukannya.

saya rindu kamu peluk, ma...
saat dunia mulai terlihat melelahkan hati. saya rindu kamu tenangkan.
saya tahu. tuhan sudah kirim banyak malaikat sekarang tuk menjaga saya . tp tetap tidak smpurna.

dan pada akhirnya saya cuma bisa merindukanmu kan...
apalagi selain itu ?
kamu tak tersentuh sekarang..
bahkan lipatan tanganku dalam doapun kurang bisa memeluk rindu ini.
saya cuma bisa bilang itu...

anakmu yang nakal ini sedang kangen mamaknya.
kangen sekali bahkan...
dan sepertinya saya menangis kembali ma......