Selasa, 12 Februari 2013

Sapaan Pagi

Pagi ini aku menyapamu dalam doa, kelak kita akan berdoa bersama di teduhnya pagi-Anas

bagaimana pagi ini aku menyapa mu ? haruskah dengan panggilan sayang, ataukah hanya dengan kecupan mungil di keningmu ? kamu pilih mana?.
aku ingin membangunkanmu dengan aroma kopi nikmat buatanku. dengan secangkir kopi hangat yang pas buat kamu minum. ditemani roti selai coklat. bukan strawberry... kamu tau ? aku benci ada aroma strawberry dirumah kita kelak. jadi aku harap, kamu bukan penyuka strawberry. 

bagaimana tidurmu? apakah lehermu kaku karena bantal yang terlalu keras? ataukah kamu bermimpi buruk tadi malam? sudah aku bilangkan, jangan pernah lupa melipatkan tanganmu sebelum kamu tertidur. setidaknya, biarkan tiap malam kamu dijaga oleh malaikat dariNya. dan adakah aku dimimpimu ? bagaimana aku disitu ? sesuai bayaganmu kan ?
aku tidak cantik. tapi aku percaya, kamu adalah pria yang akan selalu melihatku dengan terpesona seberapa kendurnya nanti kulitku.

pagi ini aku menyapamu, cukup belaian dalam doa. melantunkan sebait kata buat sang khalik agar kamu disana dilimpahi kebahagiaan seperti apa yang kurasakan tiap paginya. aku cuma punya itu saat ini, hingga nanti kita dipertemukan, aku hanya punya sepasang tangan yang kan mendoakanmu. dan setelah kita bertemu kelak, tubuh ini menjadi milikmu. tubuh ini berhak kamu sandari jika lelah terhadap dunia. tubuh ini siap kamu peluk, jika memang sebuah pelukan mampu menghangatkan hatimu yang didinginkan zaman. tubuh ini siap hingga kelak dia bersatu dengan tanah. tubuh ini nantinya siap menjadi penopang mu agar kamu tidak jatuh terlalu keras. dan bersabarlah sampai Tuhan mengizinkan ini semua terjadi. Dia sepertinya ingin kita membenahi diri masing-masing agar cukup mampu membahagiakan satu sama lain kelak.

Dia pasti menyatukan kita, dengan cara dan tempat yang kelak mungkin kita hindari. namun tetap tak terhindari.
dan kelak, ketika aku menemanimu sepanjang malam, aku hanya minta satu hal, terjagalah selagi aku masih terjaga. terjagalah terus hingga aku tertidur di sampingmu. karena hanya itu yang membuatku merasa aman melewati malam.
dan jangan lupa, tetap nyalakan lampu. kamu pasti tahu betapa takutnya aku dengan kegelapan.

sampai jumpa di waktunya Tuhan. :)  

Kamis, 17 Januari 2013

Mendua....

aku akan pergi, menjauh dari dunia. bukan untuk meninggalkanmu. melainkan untuk menyakinkan dunia bahwa kita memang berada pada cinta yang benar-Anas


Bagaimana jika kita jatuh cinta pada hal yang salah? mencintainya dengan begitu tulus, bahkan untuk pertama kalinya. namun demi alasan apapun, hal itu tetap terlarang bagi dunia. Bagaimana jika aku mendapati diriku pada cinta yang salah itu ? hati siapa yang sebenarnya lebih hancur pada saat dunia mulai menyalahkan cinta yang seperti ini ? tentu saja hati yang seperti hatiku bukan?, tapi mengapa semua seakan tetap menyalahkan?

Aku jatuh cinta. menyayanginya sepenuh hati. bahkan aku belum pernah merasakan hal yang seperti ini sebelumnya. tapi cinta ini salah karena aku tidak sendiri lagi. Aku menemukan orang yang paling menyayangiku dengan tulus. bahkan tanpa perlu dia katakan, aku mampu merasakannya dari tatapan matanya. Bagaimana dia memperlakukan ku sebagai seorang  pria terbaik yang dia punya. bagaimana dia memperhatikan ku seolah akulah pusat dunianya. namun aku justru tidak pernah jatuh hati pada wanita yang slalu kusebut dengan Cinta. Namanya Cinta, sama seperti hatinya yang aku akui  terlalu baik untukku. Dia telah bersamaku hampir 2 tahun lamanya. aku menyanyanginya. bahkan aku slalu berusaha untuk tak menghapus senyum dibibirnya. Namun rasa sayang itu, tak pernah lebih dari rasa seorang kakak kepada adik perempuannya. 

"Bay, jangan lupa ntar malam temani aku ketemu dengan Dila dan Dimas ya. malas banget harus jadi obat nyamuk diantara mereka. bisa envy gila aku nemeni mereka." celoteh keluar dari bibir mungil cinta saat aku baru saja hendak duduk disampingnya. mendengar nama itu tersebut, hati ini begetar. aku kaku dan tak mampu mengatakan apapun. 
"kalau males, ya batalin aja" jawabku berusaha tetap tenang. "lagian buat apasih kita juga harus ikutan ngurusin acara pertunangan mereka ?" sambungku lagi. 

aku memang slalu benci jika kami harus jalan berempat. Aku, Cinta, Dila dan Dimas, kami memang teman semasa kuliah tapi aku benci harus menyaksikan kemesraan mereka berdua. ya, aku cemburu. karena aku jatuh cinta pada dia. Dia sosok yang slama ini aku kagumi dan aku sayangi sepenuh hatiku. kau tahu bagaimana rasanya ketika kita hanya bisa melihat orang yang kita sayangi berada dipelukan orang lain, rasanya sungguh menyakitkan. bagaimana debaran ini hanya terjadi kala namanya tersebutkan. bagaimana aku harus sembunyi-sembunyi menatap wajahnya yang bersih dan begitu indahnya. dan aku menahannya seorang diri. aku tak mampu berterus terang. karena semua ini sudah salah dari awalnya. aku ingat, dulu bagaimana dia membantuku dalam menyelesaikan skripsi ku yang tertunda cukup lama hanya karena tekanan batin yang ku alami semenjak ibuku meninggal dunia. waktu dirinya lah yang memberiku semangat agar mampu berjuang agar dapat membahagiakan ayahku. aku ingat bagaimana kami berdua tertawa bersama pada saat ketinggalan kereta karena mengejar dosen pembimbingku yang rapat diluar kota. Dan karena ketinggalan kereta, kami berdua terpaksa menginap di stasiun untuk menunggu kreta selanjutnya. dan pada saat bersama itu, aku sadar bagaimana aku ternyata telah jatuh cinta padanya. dengan segala kekurangannya, aku benar-benar menyayanginya.
awalnya, aku memungkiri perasaan ini. aku lari dan mulai menghindar darinya. aku menjauh karena aku tahu ini semua salah. dan aku mendekati Cinta. aku lari darinya karena takut pada kenyataan dan kini aku jatuh pada pelukan Cinta yang nyaman. namun tetap tak bisa memberi kehangatan pada dinding hati yang telah membeku karena dia. dan dia, dia akhirnya bertemu dengan orang yang menurutnya melengkapi hidupnya. dan satu minggu lagi mereka akan bertunangan. 

"ohhhh, ayolah sayang. kamu tahu bagaimana mereka. mereka butuh kita buat acara spesial mereka ini. yaaa anggap saja ini kado dari kita buat mereka" rayu Cinta. dia paham benar bahwa aku tak akan pernah tahan jika dirayu seperti itu. dia bergelayut manja, melingkarkan kedua tangannya pada lengan kanan ku sambil menyenderkan kepalanya. aku tersenyum dan dia tahu bahwa aku menyetujui ajakannya. aku memang tak pernah bisa menolaknya. kadang aku bingung, bagaimana jika suatu hari nanti dia tahu bahwa selama ini, aku, orang yang paling dia cintai sedunia, telah menduakan hati pada orang lain. aku tak akan pernah tega melihat dia hancur seperti itu. tapi rasa ini juga tak bisa kubendung lagi.

ya, aku harus mengakuinya sebelum semua terlambat. sebelum mereka berdua terikat oleh sebuah cincin pertunangan. tapi kapan ?

hari pertunangan tiba......

"ya, ampun Dilaaaa... kamu cantik banget ?" teriak cinta sambil mencium pipi Dila yang pada saat itu memang sangat terlihat cantik. dengan gaun kebaya putih panjang, dia terlihat sempurna sebagai seorang wanita. aku menatapnya tak berkedip. Dila memang terlihat sangat cantik malam ini. bagaimana dia menata rambut ikalnya menjadi sangat anggun. aku masih saja tersenyum tak berkedip menatapnya. wajar saja kau jatuh hati padanya mas.... batin ku berucap.
"hei.. terpesona ya ?" tanya Dila menghampiriku "bagaimana aku hari ini bayu ? sudah layakkah aku bersanding dengan Dimas ? " tanya nya kembali sambil memain-mainkan gaunnya.
"tidak, kau tidak layak" jawabku ketus. ohh apa yang ku lakukan ? mengapa aku harus mengatakan itu. kata-kata itu keluar begitu saja tak mampu kubendung. mereka berdua menatapku bingung. jangan sekarang bayu, disini ada Cinta pikirku berulang-ulang. ada cinta disini. aku tak mau menyakitinya.
"jelas kau tidak layak, kau terlalu cantik buat seorang Dimas" sambungku cepat sambil tertawa. berusaha agar kata-kataku barusan dapat menyakinkan mereka. "hahaha, Bayu.. kamu bisa saja. makasih ya bay" tawa akhirnya pecar dari bibir Dila.
"ok bay, kamu memang mahir buat kami terkejut. uhm... aku tinggal kalian sebentar ya, aku mau melihat Dimas. aku yakin dia pasti sedikit kerepotan mengenakan Tuxedonya." kata Cinta sembari meninggalkan aku dan Dila berdua. dan aku rasa ini saat yang paling tepat untuk mengungkapkan semuanya selagi tak ada Cinta yang mendengar. 
" haha, aku rasa Cinta beruntung bisa mendapatkan orang seperti mu bay... bla..bla..bla...." semua kata-kata dila terasa begitu jauh terdengar. aku hanya bingung bagaimana mengungkapkannya dari mana.

"Dila...."
"ya bay ? " tanya nya sambil mendelikkan matanya yang memang sudah bulat.
"jangan mendelikkan mata seperti itu, matamu sudah besar. " kataku berusaha menghindar dari tatapan matanya.
"kenapa denganmu ? kau slalu benci jika aku menatapmu seperti ini? padahal ini saat terakhir kita. aku hanya ingin melihatmu lebih jelas lagi. mungkin esok, ketika aku ingin menatapmu seperti ini, semua sudah menjadi salah di hadapan alam." jawabnya cepat.
"maksudmu ?" terlihat bingung dengan pernyataannya barusan.
"Aku mencintaimu Bay...." katanya " sejak kita kuliah, sejak kau memarahiku yang melototimu pada saat dikantin kampus. dan saat ini, jika kau mengajakku untuk tidak melanjuti pertunangan ini. aku akan berhenti untukmu. aku tahu ini kedengaran gila dan konyol. sudah lama aku berusaha menjelaskannya padamu, tp aku tak pernah mampu. aku takut menyakiti Dimas"
aku tertegun. semua pernyataannya membuyarkan semua kata yang sudah aku latih tadi malam. aku tak bisa berkata-kata. semuanya terkunci di bibir ini. semua pengakuan yang ingin kuucapkan seakan menguap ke angkasa dan jatuh seiring dengan derai hujan yang jatuh malam ini. 

" aku memang ingin menghentikan pertunanganmu." kataku sambil menghela nafas. mencoba menenangkan debaran yang semakin kencang ini " aku memang tak ingin kau bersama dengan Dimas. aku benci kau berada dipelukannya. aku benci melihat kau dan dia yang selalu tertawa berdua. aku benci dengan itu semua"  aku diam. seperti kehabisan kata.
"benarkah ? kau mencintaiku juga ?" tanya dila mendekat. dan aku lihat ada harapan dimatamu. ada bayangan wanita yang berada di balik pintu seberang sana yang mendengar ini semua. dan entah mengapa, aku tak menghalanginya.  aku tahu dia tengah menangis seorang diri dibalik pintu. hanya saja, aku telalu pengecut untuk menyaksikannya terluka karena ku.
"bukan, aku bukan mencintaimu." aku menelan ludahku yang sebenarnya tak ada.
"jadi ?" tanyanya kaget dan bingung."jika bukan dengan aku, lalu kau mencintai siapa ?" tanya dila semakin bingung.
" Aku mencintai Dimas" jawabku berusaha melemparkan pandanganku ke sudut jendela.
ada air mata yag jatuh dipipi dila. ada ekspresi tak menyangka di wajahnya. make up yang sudah menempel indah diwajahnya kini luntur karena air mata itu. Dila hanya mampu menutup mulutnya. menahan isak yang keluar.aku sadar, dia sangat kaget dengan ini semua. sama denganku yang kaget mendengar bahwa dila mencintaiku. sejak kapan, dan bagaimana bisa, aku sendiri bingung bagaimana bisa hal serumit ini terjadi.
"Dimas ???" kata itu memecahkan keheningan."tapi, dia kan....., kau berarti seorang ..?" dila tersungkur lemas. ada wajah keheranan terpancar jelas. lutut kakinya tak mampu menahan semua cerita ini. dan aku juga sudah kehilangan kata-kata untuk menjelaskan pada dirinya.
"bagaimana mungkin ?" tanyanya lanjut "dia seorang Pria Bayuuuuuuu....!".
"yang ku tahu, rasa itu hadir dan membuatku merasa nyaman. aku tak pernah sesayang ini pada siapapun. aku mencintainya walau aku tahu, dunia kelak akan dan pasti membenciku. tapi aku tak akan menyerah untuk mencintainya. bertahun-tahun aku menyimpan ini seorang diri. mengabaikan orang yang menyanyangiku hanya demi mempertahankan sebua asa yang tak mungkin ku gapai. aku hanya ingin kau tahu, aku mencintai Dimas dengan tulus sebagai kekasih untukku. dan aku tadinya ingin meminta mu untuk menyerahkannya untukku. tapi aku tak tahu bahwa kau........" aku menghentikan kataku. " aku pergi, bilang pada mereka berdua, kalau aku pergi. aku merasa cukup merusak semuanya. aku menyesal. cintai Dimas, jangan sakiti hatinya. aku sadar, hanya denganmu dia mampu bahagia. dan buat perasaanmu itu. sebaiknya kubur dalam-dalam seperti aku mengubur dalam semua cintaku pada Dimas. bahagiakan dimas semampumu. hanya itu yang mampu buatku bahagia." kataku panjang. aku melangkah pergi dari ruangan itu. aku ingin pergi membawa semua ini. semua hal yang aku sadar, baik Cinta ataupun Dimas mereka tak boleh tahu, aku menyerahkan mereka pada alam. biar alam yang membahagiakan mereka semua. dan aku, aku akan bahagia dengan cinta yang tersisa ini. aku berlalu, mendapati sesosok tubuh sudah tersungkur menahan isak. mencoba mencerna semua informasi yang dia tak sengaja dengar. Cinta menangis, dan itu benar-benar membuat hati ini merasa pedih. tangan ini berusaha meraih pundaknya dan ingin menariknya kedalam pelukanku. tapi aku tak mampu. tangan ini kaku. aku membiarkannya dan terus berlalu. "Maaf Cinta...." kataku pelan sambil pergi menjauh darinya untuk selamanya.

ini Cinta ku. semua mengutukku. bahkan dunia aku yakin akan menjauhiku. bukankah itu yang dinamakan resiko cinta. saat kita meletakkannya ditempat yang salah, maka yang ada hanya sebuah penyesalan pada akhirnya. ataukah, cinta yang memilih aku berada pada tempat yang salah? entahlah, aku hanya mencintainya. itu yang kurasakan. mencintai hal yang tak tersentuh, sama sekali.cinta ini bukan lagi cinta yang bertepuk sebelah tangan. cinta ini bahkan lebih menyakitkan dari itu. dan cinta ini akan tetap kubawa. salah atau benar, yang kutahu cinta adalah hal baik yang pernah  diberikan Tuhan untukku. dan mencintainya, adalah sebuah kesempatan yang tak akan pernah kutolak. dan jika aku boleh terlahir kembali, izinkan aku terlahir sebagai wanita yang akan bisa dengan mudan mencintai dirinya. Bukan sebagai Bayu....


**** the end****








Jumat, 04 Januari 2013

the perfect love


aku jatuh cinta.
bukan bagaimana kau terlalu tampan dibalik kemeja "Polo" mu,
atau pula bagaimana kau terlalu menawan dibalik gigi rapimu yang berjejer kala senyum mengembang.
aku jatuh cinta tanpa alasan pada mu.
tak perlu ribuan kebaikan yang kau buat tuk membuatku seperti ini.
aku sudah mencintaimu, bahkan jauh sebelum kau mengenal kata kebaikan.
aku kan seperti ini, meski suatu saat kau mungkin sedikit lupa membuat kebaikan.

kupu-kupu dalam perutku slalu bergejolak jika hanya mendengar namamu.
bukan terdengar nama keren, padahal. bahkan aku punya ribuan teman pria yang memiliki nama yang jelas jauh lebih bagus dibandingkan namamu.
tapi lihat, aku masih jatuh cinta pada namamu. dan sempat berfikir, kelak jika aku tak mampu bersanding denganmu, anakku akan kuberi nama sama denganmu agar dia bisa sangat layak dicintai seperti mu.

semua bukan terlihat sempurna dimataku, tentangmu.
aku bahkan sadar kau memiliki selera humor yang payah.
aku juga mengerti, kau memiliki tingkat kesombongan diatas rata-rata.
entah bodoh atau memang bodoh, aku masih jatuh cinta padamu.

dan semua kekurangan mu itu, telah membuatmu terlihat sempurna sebagai manusia dihadapanku.

terkadang, kau tanpa sadar telah membahagiakanku.
lihat, kau bahkan tidak sadar bahwa kau telah membahagiakan seseorang.
terkadang, kau tanpa sadar telah membawaku justru semakin dekat dengan pencipta kita padahal, kau sendiri jarang berdamai denganNya.
lihat, kau menciptakan kebaikan dengan tanpa sadar.
kau memang sangat layak tuk dicintai secara pantas olehku.
dan itu sempurna...

aku memang tidak mencari pria yang serba baik.
aku justru mencari pria yang bisa bersama-sama denganku menciptakan kebaikan kecil.
aku tidak mencari pria yang sempurna.
aku justru mencari pria yang bisa bersama-sama denganku saling menyempurnakan kehidupan.

dan aku jatuh cinta secara sempurna pada pria sepertimu.
itupun jika kau bersedia untuk ku sempurnakan......
dan jika tidak, tenang....
cinta sempurna ini masih dan akan tetap untuk mu sampai kau kembali.
 

Jumat, 28 Desember 2012

Coffee

you're the sugar in my first coffee in this morning. thanks to be a sugar dear...

secangkir kopi mengingatkan ku pada hidup.
pahit, manis, terasa nikmat berbaur di lidah. terkadang beberapa memilih tanpa menggunakan gula. sepertinya pahit menjadi pilihan bagi mereka. Orang-orang seperti mreka, seperti sudah terbiasa dengan pahitnya tantangan dunia. sepertinya...
namun aku, jauh lebih memilih menggunakan sedikit gula, setidaknya agar aku tetap bisa merasakan manis. walau aku jarang menemukan manis dikehidupan ku yang sebenarnya. manis tetap ada. aku tak mau bersikap egois mengatakan aku tak pernah bahagia. aku merasakan manis bahkan  mungkin terlalu sering sebenarnya (lihat, kurang bersyukurnya aku) sehingga kerap lupa rasa kopi yang sebenarnya. atau kadang aku merasa terlalu pahit hingga lupa mencampurkan susu agar rasanya terasa seimbang. aku hanya membuat suka-suka kondisi hati saja. aku sama seperti manusia lainnya bukan ? ya karena aku, manusia

"uhh, kopi pertamaku pagi ini terasa begitu pahit" keluhku selalu di tiap pagiku. bukannya aku menambahkan gula, yang ada aku justru berusaha menikmati kopi pahit itu dengan keluhan, sama seperti hidup bukan.? bangun diawal pagi, kemudian mengeluhkan hal-hal kecil. namun tetap menjalani hari tanpa mengubah hal yang salah tersebut. bagaimana bisa terasa manis jika kita tidak mau mengubah komposisi kopinya? bagaimana bisa terlihat indah jika kita tidak mau mengubah cara pandang kita dalam menjalani hidup? intinya sih perubahan. sesering apapun kita mengeluh, hal itu akan tetap menjadi keluhan tanpa adanya perubahan. dan perubahan sendiri tidak akan terjadi tanpa adanya tindakan. sama seperti kopi pertama pagi ini yang terlalu pahit. kopi itu akan tetap pahit. meskipun aku mengeluh akan pahitnya kopi, kopi itu tak akan menjadi PAS jika aku tidak menambahkan sedikit gula. yaa.. kita harus mengubahnya agar menjadi pas sesuai dengan keinginan kita. itu pun jika kita ingin menikmatinya dengan nyaman. 

Bagaimana dengan kopi pertamamu pagi ini ? 
terasa begitu pahit, atau justru terlalu manis hingga membuat rasa si kopi menjadi hilang ? ataukah kau memiliki secangkir kopi yang terasa PAS pagi ini ?
atau jangan-jangan kita kerap menggunakan kopi instan agar hasil dari kopi nya jauhhhh lebih nikmat ?
ya, kopi instan. sepertinya kebanyakan kita akan jauh lebih memilih kopi instan dibandingkan harus repot-repot menakar untuk secangkir kopi yang pas.
seperti hidup, kita kerap akan lebih memilih jalur aman sehingga kita tidak perlu repot-repot menyesuaikan diri dengan tantangan. mengapa ? setidaknya saat ini aku berfikir karena manusia takut dengan kekecewaan.
manusia terlalu takut merasakan pahit yang berlebihan, namun juga tidak ingin merasakan manis yang berlebihan pula. lihat, manusia hanya ingin enaknya saja bukan ?

uhmm.. sepertinya aku salah memberikan pertanyaan. aku tahu, kalian pasti bingung. karena bisa saja kalian bahkan bukan penikmat kopi. bahkan kalian membenci kopi. yahh, kopi bisa digantikan dengan apa saja. apa yang kau minum dipagi hari kemudian kau nikmati. entah itu susu, teh atau air putih sekalipun. hidup seperti minuman pertama di pagimu. bagaimana kau menikmatinya ? seperti itu kau akan menikmati pagi mu.
tidak percaya ? buktikan....

ketika awalmu kau mulai dengan keluhan terhadap hal-hal yang sebenarnya sudah menjadi habbit mu, kau akan terus melakukannya sepanjang hari. namun ketika awalmu dimulai dengan menikmatinya maka, kau akan melakukannya sepanjang hari pula. menikmati semua yang terjadi di hidupmu. 

jadi, bagaimana Pagi mu hari ini ?
jika masih terlalu pahit, saranku coba tambahkan sedikit gula. kemudian nikmati.. setidaknya kau masih memiliki kopi yang menemanimu mengawali pagi. diluar sana, bahkan bisa saja orang-orang mengawali pagi mereka hanya dengan air liur mereka sendiri....
dan kau jauh lebih beruntung dari mereka. setidaknya kau memiliki gula yang bisa memaniskan kopi mu. sedangkan mereka, kopi saja tidak punya, apalagi gula. namun mereka masih bisa bertahan bukan? karena, mreka sedang berusaha menikmati kopi pahit buatan Yang maha kuasa.
pahit, tp mereka menikmatinya karena mereka percaya Dia tak akan lupa nantinya menambahkan sedikit gula untuk memaniskan hidup mereka.

Lalu bagaimana pagi kita hari ini ?
 



Rabu, 19 Desember 2012

disappointed


aku kini duduk diam.
mencoba merenungi apa yang sudah aku berikan pada dunia.
terlahir dan kemudian berjuang sendiri.
lantas mengapa manusia harus dijadikan makhluk sosial ?
tanya hati sedari tadi.
datang sendiri, kembali pun sendiri,
lantas mengapa manusia harus dijadikan beketerkaitan dengan yang lain?
bukankah menyedihkan bila bergandengan sedari awal, namun disaat puncak dilepas begitu saja?
aku hanya sedang berfikir, tak perlu komentar.
tenang, ini hanya fikiranku saja.

berfikir tentang egonya manusia yang hanya ingin menerima disaat membutuhkan.
namun berlari menjauh meninggalkan ketika sudah mendapatkan.
berfikir tentang cara menjalani hidup yang ternyata jalannya sangat jahat.
kalau tidak jahat, apa coba namanya?
apa bisa dinamakan baik jika caranya seperti itu?

mengandalkan manusia memang selalu dan pasti mengecewakan
lantas, mengapa kita harus terus saling terikat dan harus saling membutuhkan?
bukankah hal itu hanya dinamakan menunda kekecewaan ?

ya..
kita, aku dan kamu memang diciptakan untuk seperti itu sepertinya.
membutuhkan satu sama lain, namun pasti juga akan mengecewakan satu sama lain.
sepertinya Pencipta hanya ingin kita memainkan peran kita dengan baik sebagai manusia.
dan kemudian memasrahkan sepenuhnya pada Dia sang sutradara kehidupan.
ya,
Dia bukan objek yang membutuhkan kita dan kemudian mengecewakan kita.
setidaknya karena dia bukan manusia .
Dia yang dibutuhkan, dan sebuah sandaran yang justru tak akan pernah mengecewakan.
setidaknya, Dia sudah sering menjamininya dalam kitab-kitab yang tlah mendengar nubuatnya.
ya.. setidaknya sepertinya itu berlaku dalam hidupku yg terlalu mengandalkan manusia
dan kemudian mendapat kecewa seperti sekarang.
ya... setidaknya, kalian pasti pernah merasakannya.
jika belum, mungkin sebentar lagi




Senin, 26 November 2012

hidden Love

if a girl hides her face from you, she is actually hiding her heart

"aku mencintaimu...." itu pekik ku dalam batin. Ahhh.... aku lupa, kita tidak pernah  punya waktu untuk berbicara. jangankan untuk mengungkapkan kalimat cinta seperti itu, mengucapkan kata "hallo" saja kaki-kaki ku sudah gemeteran. aku payah bukan ? 
kau melintas didepan ku, dan aku yang duduk di pojokan ini justru terlihat malu-malu hanya untuk menatapmu. hei, dia tidak melihatmu disini, lantas mengapa kau takut tuk menatapnya ? ucap batinku berulang-ulang. entah apa yang ada dipikiranku, aku sadar secara penuh bahwa dia tak akan mampu melihatku dari jarak jauh seperti ini lantas mengapa harus aku mengamatinya secara diam-diam. aku memang payah, jatuh cinta sendirian.~selalu

aku menyukainya, bahkan sejak aku belum tahu apa arti cinta sebelumnya. aku hanya berfikir untuk harus terus dapat memastikan kebahagiaannya.  kau tahu? aku benci kehilangan senyumnya. itu dapat menghapus tawaku seharian penuh. yaaaahhh, kata-seorang sahabatku, itulah yang dinamakan cinta. tapi aku tak peduli apapun namanya, aku hanya ingin melihat dia bahagia.dan jika itu yang dinamakan dengan cinta, aku bersyukur akhirnya aku bisa mencintainya.

"dari mana kau tahu, kau telah siap untuk melupakannya ?" tanyaku pada seorang teman setelah sekian tahun aku menyimpan rapat semua perasaanku pada lelaki itu.temanku ini selalu mengatakan bahwa aku akan mampu melupakan pria itu saat aku memang benar-benar siap.
"untuk apa kau melupakannya ?"
"aku hanya lelah mencintainya secara diam. aku hanya ingin berhenti" jawabku 
"aku tak pernah mengatakan bahwa aku telah siap melupakannya, aku mengatakan bahwa aku kini telah siap untuk menerima cinta orang lain" 

"bedanya ?" tanyaku bingung

"bedanya, aku belum melupakannya, namun aku kini telah bersama yang lain."

"bukannya itu jahat? kau membuat orang lain sebagai pelampiasan" tanyaku semakin bingung

"ahahhaha" tawanya "bukan berarti begitu, aku hanya mengikhlaskan dia. aku sudah bahagia ketika melihat dia bahagia. itu hal yang sudah sangat cukup untukku. kau tahu bagaimana tujuanku menyayanginya. aku hanya ingin memastikan kebahagiaannya. dan itu sudah kudapat. lalu apa lagi yang harus kutuntut ? balasan dia mencintaiku ? " dia menggeleng "tidak, itu justru tidak membahagiakannya. aku sudah bahagia seperti ini. dan kini waktunya aku melayakkan diriku untuk menerima kebahagiaan. aku sudah pernah mencintai dengan cukup baik. Tuhan tau itu. dan kini aku percaya, Tuhan ingin aku merasakan dicintai dengan pantas oleh orang yang MUNGKIN cukup pantas membahagiakanku dengan caranya sendiri. yah, kau boleh berusaha membahagiakan orang dengan cintamu, tapi jangan lupa diluar sana ada orang yang sedang menunggumu untuk membahagiakanmu. yang perlu kau lakukan hanyalah berhenti untuk berlari, mengejar apa yang sudah terbang. karena ada sesuatu dibelakangmu yang sangat pantas untuk kau tunggu. mungkin sepasang sayap yang kelak bisa membantumu untuk terbang. atau apapun itu, yang pasti dia hanya sedikit terlambat, bukan berarti tak datang. dia hanya ingin kau berjalan lebih pelan agar kau bisa bertemu. itupun jika kau memang ingin bertemu. jika kau tak ingin, maka berlarilah terus. kejar apa yang sudah terbang. berdoalah, sewaktu-waktu sayapnya patah dan kau yang menemukannya. itupun jika kau memang yang menemukannya dan menyembuhkan sayapnya. jika kau kedahuluan orang lain, kau akan sakit 2 x lebih dari yang sekarang bukan ?" 

"......" aku terdiam. dan entah mengapa aku tak mampu memberikan respon sedikitpun. aku paham itu benar, aku sadar yang dia katakan baik adanya. hanya saja...........

aku mencintaimu, hey orang asing !
bagaimana aku harus menjelaskanya padamu. aku sedikit mengalami gangguan berbicara apabila berhadapan denganmu.
bisakah kau pahami maksudku hanya dengan melihat tatapan mataku ? atau perlukah aku mengatur janji bertemu di dalam mimpi agar aku bisa mengungkapkannya padamu disana ?
aku mencintaimu, hey orang asing !
terlihat mustahil, tapi ini adanya. 
"ahhhhh, aku menyayangimu. sampai kapan ? entahlah, sepertinya sampai aku merasa yakin bahwa aku memang sudah siap tuk melepasmu." kataku lirih. sepertinya sedang menyakinkan diri sendiri bahwa mungkin aku bisa melepaskanmu. atau tidak ?


************




Selasa, 20 November 2012

20.11.2012

home is not like home without mom, but with Jesus is like heaven

Mari kita lihat kondisi ku saat ini:
mata ku yang tidak begitu besar kini membengkak.
wajah kusam (selalunya..) karena 2 hari gak mandi.
rambut berminyak dan sangat lepek, serta berantakan dan terlihat kusut.
suara sudah sangat parau bahkan tidak layak disebut sexy lagi .

tenang, saya bukan sedang mengalami depresi. saya masi normal, hanya saja kondisi ku sedang tidak baik.
sudah 2 hari kondisi tubuh menurun. ini saja memaksakan tubuh buat duduk hanya supaya tidak terlalu pusing karena tiduran terus.
cengengnya saya juga akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi. sensitif banget lah jadinya. hal yang gak penting bisa jadi alasan buat nangis.
kadang bingung juga, kenapa bisa jadi seperti ini. dan sampai kapan harus hidup seperti ini. ya saya sadari, kehidupan berubah semenjak si mama pergi. saya berusaha menjadi senormal mungkin. tetap cengengesan kemanapun pergi, berusaha tetap sama. tapi semua tetap tidak sama bukan ?
ada kekosongan dirumah, itu yang membuat berbeda.

saya pernah menuliskannya di blog ini. saya benci dengan kehilangan. apalagi jika saya tahu, kehilangan ini tak akan mungkin ditemukan kembali penggantinya. saat saya menuliskannya kemarin, saya kerap merasa-rasa bagaimana rasanya kehilangan yang besar tapi akhirnya sepertinya Tuhan ingin saya merasakannya dulu lalu boleh menuliskannya. mungkin Tuhan ingin saya menuliskan hal yang memang sudah saya alami, bukan hal yang "di-rasa-rasa"

dan sekarang saya sudah merasakannya, dan rasanya jauh lebih pahit dari rasa yang kemarin saya rasa-rasakan.

anakmu ini masi sangat manja ma, ini kesimpulannya. selalu merasa mampu sendirian padahal ketika sendiri beneran malah ketakutan. selalu sok tegar, sok gak bisa nangis padahal hatinya rapuh serapuhnya es...
entah apa yang ada diotak anakmu ini ma, sampai detik ini saja masih belum mengakui kalau dia rindu mamanya. dia mungkin sedang gengsi besar-besaran.

Tuhan sedang menggendong saya. itu kesimpulan dari kothbah yang saya dengar minggu lalu. selama ini saya selalu melihat jejak Tuhan disamping jejak kaki saya. hal itu slalu saya yakini bahwa Tuhan slalu disamping saya. namun semenjak mama pergi, jejak itu seakan hilang. saya kerap merasa sendirian. tapi saya sadar, Tuhan gak akan kemana-mana. justru Tuhan tengah menggendong saya. hanya saja saya kerap lupa bersyukur dan kerap lupa menyadari itu.
saya salah Tuhan..... 

yaa, terkadang bukan saya saja yang melakukan kesalahan seperti itu bukan? kamu, kita semua terkadang luput dari yang namanya bersyukur.
bagaimana aku bisa bersyukur ditengah bencana ? ini yang slalu dibenak kita. saya pun begitu. dari mana jalannya saya mampu bersyukur kala mama sudah pergi secepat ini ? ya itu pikiran kolot saya. pikiran egois saya tadi. tanpa saya sadari, Tuhan ingin menunjukkan kuasanya ya lewat kepergian mama. finally, saya akhirnya sadar betapa beruntungnya saya. punya banyak teman yang ada bukan hanya disaat senang. saya juga beruntung punya banyak sandaran yang selama ini saya pikir tidak pernah ada. yaaa, Tuhan mengambil satu dari saya, namun Dia tidak lupa mengembalikan 10 kali lebih banyak dari yang Dia ambil. lantas, masih layakkah saya tidak bersyukur??

mungkin air mata masih akan terus jatuh. karena rindu yang pasti.
mungkin semua akan berbeda, tapi harus jauh lebih baik lagi.
saya tidak mau merasa-rasa lagi kemudian menuliskan hal yang belum kurasakan.
saya tidak mau kena tegur lagi sama Tuhan.
saya juga tidak mau mengeluh hingga lupa bersyukur.

hidup saya sangat layak saya syukuri, bahkan ditengah hal yang tidak menyenangkan.bagaimana dengan kamu ? :)

Tuhan tidak lupa memberikan kebahagian. disela air mata kan slalu ada sedikit senyuman. walaupun sedikit, tetap dinamakan senyuman, bukan ? -A