Selasa, 20 November 2012

20.11.2012

home is not like home without mom, but with Jesus is like heaven

Mari kita lihat kondisi ku saat ini:
mata ku yang tidak begitu besar kini membengkak.
wajah kusam (selalunya..) karena 2 hari gak mandi.
rambut berminyak dan sangat lepek, serta berantakan dan terlihat kusut.
suara sudah sangat parau bahkan tidak layak disebut sexy lagi .

tenang, saya bukan sedang mengalami depresi. saya masi normal, hanya saja kondisi ku sedang tidak baik.
sudah 2 hari kondisi tubuh menurun. ini saja memaksakan tubuh buat duduk hanya supaya tidak terlalu pusing karena tiduran terus.
cengengnya saya juga akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi. sensitif banget lah jadinya. hal yang gak penting bisa jadi alasan buat nangis.
kadang bingung juga, kenapa bisa jadi seperti ini. dan sampai kapan harus hidup seperti ini. ya saya sadari, kehidupan berubah semenjak si mama pergi. saya berusaha menjadi senormal mungkin. tetap cengengesan kemanapun pergi, berusaha tetap sama. tapi semua tetap tidak sama bukan ?
ada kekosongan dirumah, itu yang membuat berbeda.

saya pernah menuliskannya di blog ini. saya benci dengan kehilangan. apalagi jika saya tahu, kehilangan ini tak akan mungkin ditemukan kembali penggantinya. saat saya menuliskannya kemarin, saya kerap merasa-rasa bagaimana rasanya kehilangan yang besar tapi akhirnya sepertinya Tuhan ingin saya merasakannya dulu lalu boleh menuliskannya. mungkin Tuhan ingin saya menuliskan hal yang memang sudah saya alami, bukan hal yang "di-rasa-rasa"

dan sekarang saya sudah merasakannya, dan rasanya jauh lebih pahit dari rasa yang kemarin saya rasa-rasakan.

anakmu ini masi sangat manja ma, ini kesimpulannya. selalu merasa mampu sendirian padahal ketika sendiri beneran malah ketakutan. selalu sok tegar, sok gak bisa nangis padahal hatinya rapuh serapuhnya es...
entah apa yang ada diotak anakmu ini ma, sampai detik ini saja masih belum mengakui kalau dia rindu mamanya. dia mungkin sedang gengsi besar-besaran.

Tuhan sedang menggendong saya. itu kesimpulan dari kothbah yang saya dengar minggu lalu. selama ini saya selalu melihat jejak Tuhan disamping jejak kaki saya. hal itu slalu saya yakini bahwa Tuhan slalu disamping saya. namun semenjak mama pergi, jejak itu seakan hilang. saya kerap merasa sendirian. tapi saya sadar, Tuhan gak akan kemana-mana. justru Tuhan tengah menggendong saya. hanya saja saya kerap lupa bersyukur dan kerap lupa menyadari itu.
saya salah Tuhan..... 

yaa, terkadang bukan saya saja yang melakukan kesalahan seperti itu bukan? kamu, kita semua terkadang luput dari yang namanya bersyukur.
bagaimana aku bisa bersyukur ditengah bencana ? ini yang slalu dibenak kita. saya pun begitu. dari mana jalannya saya mampu bersyukur kala mama sudah pergi secepat ini ? ya itu pikiran kolot saya. pikiran egois saya tadi. tanpa saya sadari, Tuhan ingin menunjukkan kuasanya ya lewat kepergian mama. finally, saya akhirnya sadar betapa beruntungnya saya. punya banyak teman yang ada bukan hanya disaat senang. saya juga beruntung punya banyak sandaran yang selama ini saya pikir tidak pernah ada. yaaa, Tuhan mengambil satu dari saya, namun Dia tidak lupa mengembalikan 10 kali lebih banyak dari yang Dia ambil. lantas, masih layakkah saya tidak bersyukur??

mungkin air mata masih akan terus jatuh. karena rindu yang pasti.
mungkin semua akan berbeda, tapi harus jauh lebih baik lagi.
saya tidak mau merasa-rasa lagi kemudian menuliskan hal yang belum kurasakan.
saya tidak mau kena tegur lagi sama Tuhan.
saya juga tidak mau mengeluh hingga lupa bersyukur.

hidup saya sangat layak saya syukuri, bahkan ditengah hal yang tidak menyenangkan.bagaimana dengan kamu ? :)

Tuhan tidak lupa memberikan kebahagian. disela air mata kan slalu ada sedikit senyuman. walaupun sedikit, tetap dinamakan senyuman, bukan ? -A



Jumat, 26 Oktober 2012

:')

aku,
bukannya tak punya segudang kesedihan
aku,
bukannya tak punya segudang duka.
aku hanya tak ingin membaginya.

untuk apa membagi hal buruk pada banyak orang padahal kita tau dia juga belum mampu menangani masalahnya sendiri
untuk apa membagi duka pada banyak orang sementara dalam hati kita trus berkata "mreka tak mengerti"
manusia tak akan pernah mengerti bukan ?
itu kodratnya.
manusia tak akan mampu memahami, jika tidak berada di posisi itu.
bagaimana dia bisa berkata "ya, aku mengerti" sementara dia tak pernah mengalaminya ?

aku,
bukannya tak bisa menangis
aku,
bukannya tak bisa terluka
aku hanya tak mau memperlihatkannya.

untuk apa ?
hanya untuk di kasihani kemudian orang-orang akan berlalu begitu saja.
hanya untuk sebatas kata "sabar" ?
atau hanya sebatas kata penguatan dari orang-orang yang dia sendiri masih sering mengeluh atas hidupnya ?
mereka, orang orang, tak akan pernah paham.
jadi untuk apa menuntut mereka ada sementara kita tahu mereka tak akan pernah ada ?
bukankah itu hanya kesia-sian .....


isak ku, itu milikku
perihku, itu pula milikku.
hal buruk yang sebenarnya tak layak kubagi.
hal buruk yang hanya akan menambah duka buat orang lain.
buat apa  membagi duka ? bukankah akan lebih indah jika membagi kebahagiaan ?
bukankah lebih berharga membagi senyum ??

cukup dinding kamar yang tau isakku.
sisanya biar angin yang membawa resahku ke langit dan menyampaikannya langsung ketelinga Tuhan.




medan, 1 oktober 2012


 ***
ini tulisan yang aku buat sebelum mama dipanggil sama Tuhan.
padahal, kondisinya saat aku menuliskannya kemarin, aku sama sekali tidak mengalami kesedihan apapun.
dan 14 hari kemudian, ditanggal 15 Oktober 2012, Mama pergi....

aku bukan mau menceritakan mama ku. aku justru sedang tidak ingin membicarakannya. mataku masih belum hilang bengkaknya dan aku tidak mau menambahkan air mata kembali hanya karena ingin menuliskannya di blog ini. mungkin belum saatnya aku membicarakannya.

tenang, air mata ku sudah mengering. dan aku sudah berjanji untuk tak menangis lagi. bahkan ditengah sendirinya aku, aku tak akan menangis...
Tuhan sudah mengangkat kantong air mataku. dan dia sudah menggantinya dengan kantong kebahagian. jadi aku sudah tak punya alasan apapun untuk menangis...

aku kuat sebelum aku jatuh, dan setelah aku jatuh, aku akan semakin bertambah kuat. setidaknya karena Tuhan disampingku-A



"semua orang akan pergi meninggalkanmu, tp hanya Tuhan yang kan tetap setia disampingmu. Dia tak akan pernah meninggalkanmu" kata mama seseorang padaku :D

Jumat, 12 Oktober 2012

favorite things


sudah cukup lama saya tidak menulis di blog, beberapa hari belakangan ini emang lagi disibukkan banget dengan banyak kegiatan kepanitiaan. bahkan untuk duduk, kemudian mengetikkan beberapa kalimat saja seperti tak sempat rasanya.. yang iyanya sih saya keseringan sok sibuk. hahahaha
yahh, hari inisedang menyempatkanlah menulis beberapa kalimat. berhubung lagi libur kuliah. kegiatan juga udah selesai. memang ada next project buat kedepannya, tapi buat hari ini sedikit longgar dehhhh..

dari semalam muterin lagunya westlife yang "Flying Without Wings" jadul amat kan ? but it's my favorite song. awal mula aku suka dengerin lagu-lagu bahasa inggris ya lagu-lagu mereka. dulu sih gak tau arti lagunya apaan. nah setelah segede ini akhirnya paham kalau arti lagunya dalammm banget sedalam samudra. :D

"Flying Without Wings"

Everybody's looking for a something
One thing that makes it all complete
You'll find it in the strangest places
Places you never knew it could be

Some find it in the face of their children
Some find it in their lover's eyes
Who can deny the joy it brings
When you've found that special thing
You're flying without wings

Some find it sharing every morning
Some in their solitary lives
You'll find it in the words of others
A simple line can make you laugh or cry

You'll find it in the deepest friendship
The kind you cherish all your life
And when you know how much it means
You've found that special thing
You're flying without wings

So, impossible as it may seem
You've got to fight for every dream
‘Cause who's to know which one you let go
Would have made you complete

Well, for me it's waking up beside you
To watch the sunrise on your face
To know that I can say I love you
At any given time or place

It's little things that only I know
Those are the things that make you mine
And it's like flying without wings
‘Cause you're my special thing
I'm flying without wings

And you're the place my life begins
And you'll be where it ends

I'm flying without wings
And that's the joy you bring
I'm flying without wings

hanya ingin share lagu kesukaan doang sih.
berharap kan ada seorang pria yang kelak menyatakan bahwa "Well, for me it's waking up beside you
To watch the sunrise on your face. To know that I can say I love you. At any given time or place, it's like flying without wings"


ya, dan saya juga kelak akan berkata demikian padanya. bukankah hal itu sangat indah ? saling berupaya membahagiakan satu sama lain :D hahah
bahkan hanya dengan menutup mata, kemudian membayangkanmu hadir dalam mimpiku, aku sudah cukup kuat tuk tersenyum sepanjang hari.
beneran deh, gak sabar ketemu dengan tu pria. seperti apa wujudnya, seperti apa parasnya, dan seperti apa hatinya,

menemukanmu, kemudian membawa mu pulang. kemudian kita kan bersama menyambut sang surya. dan aku tak sabar akan hari itu.... ~anas



Rabu, 19 September 2012

women



Aku berbeda, bagaimanapun kau melihatnya.
bukan ku tak ingin tampak seperti yang lain,
hanya saja, sejauh apapun aku mencoba, sekuat apapun itu
aku akan selalu tampak berbeda...

Paras cantik, Tubuh elok
siapa yang tak ingin ?
kaki jenjang, mata lentik
siapa yang menolak?

bagaimanapun semua ingin terlihat indah.
terlihat baik untuk di sanjung lalu kemudian di kagumi
sebuah anugerah dari Yang Kuasa yang jikalau ku miliki tak akan pernah kutolak.
sayang, Dia sendiri sepertinya punya anugerah yang berbeda buat ku.

Tampak biasa, Tak Mencolok.
Siapa yang ingin ?
Jikalaupun mencolok, itu pun karena tubuh ini terlihat luar biasa dibandingkan yang lain.
nah, siapa yang mau ?

Aku berbeda bukan,
dengan unikku, Aku hidup.
dengan unikku, Dia ciptakan.
Anugerah yang mungkin belum mereka sadari
tapi ku tak menolak tuk jadi yang beda,
setidaknya karena aku bersyukur :)


nb:
tulisan ini buat wanita-wanita yang selalu merasa berbeda.
tenang, kita, seberbeda apapun itu. tetaplah yang terindah di mata Tuhan dan suami kita kelak :D

Jumat, 14 September 2012

Surat kecil dari Rica

jatuh cinta itu tak mudah, namun aku terus memimpikannya. jatuh cinta yang benar

Mimpi ku sederhana..
Bukan bersanding dengan pria tampan di sudut sana,
juga bukan berkenalan dengan pria idaman kaum wanita yang sedang duduk dibelakang itu.
Mimpi ku sederhana, Aku ingin jatuh cinta.

Jatuh cinta yang sederhana pula.
yang menerima dan saling melengkapi,
yang Tulus dan Tanpa pamrih,
yang kemudian tidak menuntut untuk dibalas.
Sederhana....

Ya, kelak aku bermimpi kan dapat menjatuhkan hati ini pada seseorang.
tersenyum sepanjang koridor kala membaca pesan darinya.
melangkah dengan riang hanya tuk melihatnya,
cemburu kala melihatnya bersama dengan yang lain,
kemudian dia kan dengan sabar membujukku yang mendiaminya.
Kelak, aku ingin jatuh cinta yang seperti itu.
Jatuh cinta yang tidak sembarangan
yang nantinya akan aku jatuhkan pada orang yang tepat menurutNya.
yang kelak, bukan hanya bisa kucintai tapi bisa mencintaiku kembali seperti bahkan melebihi aku mencintainya.

Ya,..
aku masih bermimpi.
setidaknya mimpi ini cukup sederhana untuk kau wujudkan.
kau hanya perlu membuatku jatuh cinta secara benar
dan mungkin kelak, kau bisa menjadi mimpiku yang selanjutnya...

****

tulisan yang terbentuk kala mata kuliah Auditing sedang berlangsung. tulisan ini diminta oleh seorang teman untuk dibuatkan.

ya, jaga cinta mu secara benar. setidaknya banyak orang diluar sana bahkan perlu mimpi untuk jatuh cinta. bukan karena tak ingin. mungkin karena Tuhan terlalu memberinya hati yang begitu kuat.
jaga cintamu secara benar. karena bagi sebahagian orang, jatuh cinta bukanlah hal yang mudah :D

Rabu, 12 September 2012

"Hello"


Hai.....
bagaimana kabarmu hari ini ? sangat ingin aku pastikan kau sedang dalam kondisi yang terbaik. ya, kau tahu aku akan selalu ingin memastikan hal itu.
sekarang aku hanya sedang mengira-ngira bagaimana keadaan mu. seperti yang kau ketahui juga, aku dan kau, tak pernah punya kesempatan untuk bertemu. bukan karena kesibukan kita berdua. tapi karena memang belum waktunya Tuhan. Dia masih menyuruh kita untuk menunggu. entah sampai kapan, aku hanya bisa berharap secepatnya.

bagaimana harimu ? menyenangkan ? ataukah ada hal kecil yang membuatmu sedikit kehilangan senyum ? sudahlah... jangan terlalu lama bersedih. hal yang mengecewakan memang akan terus terjadi, yang harus kau lakukan hanya tersenyum menghadapinya. setidaknya kau bisa melaluinya dengan senyuman bukan.dan kau pasti orang yang cukup kuat jika melakukannya. banyak orang yang bahkan tak cukup kuat hanya untuk tersenyum. jadi saran terbaikku sebaiknya tersenyumlah dari sekarang, sebelum kau tak mampu untuk mengembangkan senyum mu lagi. -pstt, aku mengaggumi senyummu lo. ini rahasia ya-

hari ini aku hanya sedang terlalu bersemangat menyapa mu. aku hanya mengira bisa saja kau disana sedang merasa sepi dan butuh teman. bukan bermaksud menjadi pahlawan yang kesiangan, aku hanya merasa sangat pantas untuk memastikan kau dalam keadaan baik atau tidak. secara, aku ini teman masa depanmu. aku hanya tidak ingin kebahagiaan mu berkurang hari demi hari. aku tak ingin beban dunia menghapus senyum yang kelak pasti akan aku sukai. setidaknya kuharap dengan "hai" dari ku kau masih bisa mengusahakan untuk tersenyum buat membalas kata "hai" itu.

aku memang tidak mengenalmu. aku hanya menggunakan imajinasiku untuk mengakrabkan diri denganmu. bisa saja kelak ketika kita berjumpa, aku akan sangat canggung. atau bisa saja kondisi pada saat itu kita sedang dalam kondisi yang sangat buruk. entah kondisi yang bagaimana yang terjadi, aku hanya berharap, dapat mengenalimu secepat mungkin kemudian menyakinkanmu bahwa aku adalah teman yang telah Tuhan titipkan untuk kau jaga selamanya.

hei kau yang disana ??

bagaimana rupamu ? akankah lebih cakep dari ayahku? karena sejujurnya aku slalu berharap kau adalah orang yang lebih terlihat keren dibandingkan ayahku. kau harus mampu lebih dari dia, karena aku ingin anak-anak kita kelak akan bangga denganmu, seperti aku yang sangat bangga dengan ayahku.

bagaimana tingkahmu? akankah lebih sabar dari ibuku ? karena sejujurnya aku slalu berharap dapat bersanding dengan orang yang sangat sabar dalam menghadapi ku. terlebih memiliki hati yang besar sehingga bisa dengan sabar menuntun aku dan anak-anakku kelak. dapat menjadi iman, yang tidak hanya mampu menggurui tapi mau menerima kesalahan tanpa malu mengakuinya.

bagaimana suara mu ? akankah semerdu para penyanyi yang ditelevisi, yang slalu aku putar lagu-lagunya dari MP3 telepon genggam ku ?

aku benar-benar penasaran akan wujudmu. yang aku punya hanya imajinasi untuk mendeskripsikanmu dalam mimpiku. ahhh, seandainya waktu Tuhan dapat dipercepat sesuai dengan keinginanku. tapi sayangnya, Tuhan tak mengizinkannya.
kau mungkin sedang bersama orang yang kau anggap jodohmu sekarang. aku pun begitu. tapi aku percaya, diwaktunya Tuhan kita kan bertemu dalam kondisi yang istimewa. di kondisi yang pada akhirnya akan sama-sama kita syukuri. 

ya setidaknya, jika aku merasa merindu. aku masih bisa menemuimu kapanpun aku mau. Dimimpi....


Salam hangat,
aku, teman baikmu kelak.

Sabtu, 08 September 2012

the answer

jika lelah, ku berharap pulang kepangkuanmu. namun bagaimana jika lelah ini karena mu ? kmanakah aku kan bersandar?

"aku merasa lelah" kataku menatap jauh keujung cakrawala. sudah berapa kali aku menghela nafas, namun entah mengapa aku yakin, kau, meski duduk tepat disampingku. pasti tidak akan sadar akan helaan yang terlontar. kau sibuk dengan cerita mu tentang masa depan. kau sibuk menceritakan ingin mu. kau terlalu sibuk bahkan hingga mungkin tidak sadar aku sudah bosan dengan ceritamu. perkataanku barusan membuatmu terdiam, akhirnya.
"lelah ? bersandarlah pada ku. aku punya bahu yang kuat buat menopangmu. aku punya lengan yang hangat. dan aku bisa menjaminimu bahwa kau akan merasa sangat nyaman" jawabmu sambil tersenyum. aku menatap senyum itu. senyum yang tidak berubah sejak pertama kali kita bertemu. tapi entah mengapa kali ini aku tidak merasa tertarik lagi dengan senyum itu. 

aku membalas senyum mu. mencoba memberikan senyum setulus mungkin. tapi entah mengapa aku tetap tidak merasa bisa. kau melanjutkan ceritamu. menceritakan semuanya dengan semangat yang berkobar. sedangkan aku justru sibuk menghitung helaan nafas yang sudah berpuluh kali aku keluarkan.

"bagaimana jika lelah ini dikarenakan oleh mu ?" tanyaku kembali. kali ini aku benar-benar tidak sanggup berpura-pura. dan benar saja kali ini kau tertegun menatapku. ekspresi mu berubah 180 derajat. kerutan dikeningmu menampakan diri, pertanda kau sedang bingung dengan apa yang barusan aku katakan.

"maksudmu ?" tanyamu dengan wajah kebingungan. sebenarnya aku ingin langsung saja tertawa kemudian mengatakan bahwa itu hanya lelucon dan melupakan pertanyaan ku tadi. aku tidak ingin bertengkar kembali denganmu. aku tidak ingin bertengkar kembali karena setengah jam yang lalu kita baru saja berbaikan. kita bertengkar hebat semalam karena hal yang sangat sepele.

tapi sepertinya kotak tawa dalam perutku benar benar sedang kosong. aku benar-benar tidak ingin bercanda. sedang dalam kondisi yang sangat ingin serius.
"tiap aku merasa lelah, aku butuh bahu yang sanggup menopangku. kamu. bahu yang tadinya kupikir adalah bahu ternyaman yang cukup kuat menopangku. tapi bagaimana jika perasaan lelah ini justru disebabkan oleh karna mu ? kemana aku kelak kan bersandar ? haruskah aku mencari bahu lain untuk menopang ku ?atau tetap bertahan pada bahu mu meskipun lelahnya kan terus bertambah ??"
kau kini benar-benar terdiam. tak ada satu katapun yang terucap. aku menebak, kau pasti cukup kaget dengan penyataan ku barusan. dan pasti butuh waktu lama bagi mu untuk mencerna dari tiap kata yang ku lontarkan.
"bukan maksudku membuat mu begitu.... aku tidak pernah tahu. aku fikir kau bahagia karena kau selalu tersenyum setiap bersama ku. aku fikir......"katamu panik
"ya.. kau memang selalu berfikir seperti itu. kau hanya menggunakan fikiranmu untuk menilaiku. kau hanya menggunakan sudut pandangmu untuk mengerti aku. kau tidak pernah menggunakan fikiranku untuk menilai diriku yang sebenarnya. tak apa.... aku sudah biasa diperlakukan seperti itu. mungkin karena aku tidak pernah mengatakan 'tidak' padamu. mungkin karena slalu mengatakan 'ya'. aku hanya merasa lelah. dan tidak tahu akan sampai kapan aku sanggup bertahan dengan hal yang seperti ini. kelak jika pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi, mungkin karena aku sudah tidak sanggup lagi bersandar pada bahumu yang sebenarnya tak pernah mebuatku merasa nyaman..."entah kemana semua air mata ku menguap. sepertinya ikut terbawa uapan air laut ke angkasa. satu tetespun tak mengalir. 

aku beranjak dari sisimu. dan kau hanya diam terduduk tak bergeming sibuk pada fikiranmu sendiri. itu pertemuan terakhir kita. tanpa ada kata pembelaan darimu, tanpa ada kata perpisahan yang terucap. tapi disaksikan deburan ombak yang menghantam pantai. kita sama-sama tahu bahwa jawaban dari pertanyaanku itu adalah perpisahan....


****the end****