Jumat, 10 Agustus 2012

The Choice of my LIFE

i am who i am TODAY because of the choices i made YESTERDAY-EleanorRoosevelt

-sometimes you make choices and choices make you-

Hari ini cuaca tengah buruk. begitu panas diluar sana. matahari kelihatan begitu bahagia dengan pancaran panas yang ia miliki. sudah memasuki musim penghujan sebenarnya tapi jangankan hujan, awan gelap saja terlihat segan mampir dikota ini. 
cuaca yang buruk ternyata membuat hati ini memburuk juga. entahlah, sepertinya saya saja yang begitu jahat selalu menyalahkan cuaca tiap merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. padahal cuaca tidak salah apa-apa toh. dia hanya berlaku sesuai dengan takdir saja. masalah hati sebenarnya ya saya sendiri yang buat. ahhh sudahlahhh....

Dari kemarin, suasana hati saya tidak begitu baik. padahal tidak banyak melakukan aktifitas. bahkan beberapa pekerjaan rumah sengaja saya tinggalkan karena mengikuti kemauan hati yang ingin tidur seharian. bangun tadi pagi, alhasil mata sebelah kiri saya bengkak dan memerah. kata mama kebanyakan tidur. ya terserahlah, mau bengkak atau tidak saya pun tetap tidak perduli juga. toh saya hari ini tidak kemana-mana. saya ingin dirumah. 
pasti ada alasan dari kemalasan saya kemarin. dan memang ada. sebuah hal yang sampai sekarang masih jadi pikiran dan benar-benar mempengaruhi hati. 
bagaimana ketika kamu dituntut untuk memilih? ya akan terasa gampang jika pilihan tersebut memang pilihan yang cukup mudah untuk dipilih. lalu bagaimana jika sebaliknya? pilihan yang tersajikan merupakan dua hal yang tak bisa kamu tinggalkan salah satunya namun tak akan pernah bisa berjalan berdampingan. bagaimana kamu akan memilihnya? 
menggunakan koin kemudian melemparkan ke udara. pilihan yang keluar merupakan pilihan yang diambil, begitu ? ahhh seandainya bisa. akan kulakukan pada semua koin yang saya punya di kantong celana. tapi semuanya tak sesederhana itu.

mungkin salah ku yang memulai sebuah hal yang saya tahu sendiri pada akhirnya saya akan merasa kesulitan untuk mengakhirinya.
saya hanya ingin semua merasa senang. namun sepertinya yang terjadi saya hanyalah menunda kesedihan. mungkin sekarang terlihat bahagia, namun kelak pasti akan ada yang terluka. kalau bukan dia, pasti mereka. mungkin saya juga akan terluka jauh lebih banyak dibandingkan mereka. tapi saya yang punya hati. akan jauh lebih gampang untuk menyembuhkan hati sendiri dibandingkan harus menyembuhkan hati orang lain.
"ahh, bagaimana mungkin Dia menghadirkan pilihan yang begitu menyulitkan seperti ini". itu pikirku setiap merasa lelah mencari jawaban dan mulai menyalahkan Dia. saya ternyata begitu takut terlalu berdosa kepadanya dan takut tidak terlihat bersyukur.

saya hanya takut terlalu menyalahkan Dia. saya tidak mau menambah dosa hanya karena masalah seperti ini. toh saya yang membuat keputusan kemarin. dan saya juga tahu, pada akhirnya akan ada pihak yang menuntut saya untuk memilih. saya hanya sedang merasa bingung. 
"hei Tuhan, hamba mu ini sedang labil, tak bisakah Kau langsung saja memberi jawabannya? tak perlulah membuatku harus memilih. pilihan yang tersajikan itu, keduanya sangat kusayangi dan aku tak mau juga keduanya terluka"

***
kita kerap seperti ini bukan? berada pada satu jalan namun tiba-tiba terhenti karena di depan terbentang banyak arah jalan. mungkin jalan yang ada dilengkapi dengan petunjuk tentang apa yang ada didalamnya. ada pula jalan yang sama sekali tidak memiliki papan penunjuk. namun kita sebagai manusia harus tetap berjalan. mungkin kita terlalu percaya pada papan yang mengatakan "jalan Pintas" hingga pada akhirnya bukannya kita dapat cepat sampai, yang ada justru hanya berputar-putar. kadang pula kita memilih jalan yang dilalui banyak orang. kita merasa jika orang-orang saja mampu lewat, kita juga pasti bisa. tanpa sadar kemampuan kita tidak cukup pantas untuk melewati jalan tersebut. kita memang diharuskan untuk memilih. tak mungkin kita mundur kemudian memutar arah. karena jalan yang ada dibelakang kita sudah terputus. kita memang harus terus berjalan dan harus terus memilih. 
terkadang kita juga kerap menyesal dengan jalan yang kita pilih.

 "ah, harusnya aku pilih yang itu" atau "sial! kenapa jadi seperti ini ?" selalu akan muncul tiap kita menemukan jalan yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan.
saya juga selalu seperti itu. buktinya sekarang ketika pilihan-pilihan baru datang kerap saya mulai menyesal mengapa tidak memilih pilihan yang sebelumnya. manusia ya memang seperti itu. hanya ingin berada dijalur yang aman dan takut menghadapi kenyataan.

yahh, mungkin saya juga belum menemukan pilihan yang harus saya ambil tentang masalah saya . tadi ketika saya menulis ini semua saya mulai menyadari, akan ada hal-hal yang tak perlu dipikirkan. cukup jalani saja. perjalananmu yang akan membawamu pada jawaban yang paling pas menurut kadar Tuhan. mungkin pilihan yang terpilih nantinya akan membawa luka pada semua pihak. tapi Tuhan ingin menunjukkan keajaibannya pada saat itu. mungkin Tuhan inginkan orang-orang belajar untuk menerima luka dari pilihan yang aku buat. mungkin juga Tuhan ingin saya juga belajar untuk menentukan pilihan dan mulai untuk berhati-hati pada tiap pilihan ku. 

yaa.. Tuhan sedang mengajari saya untuk menjadi wanita dewasa. wanita yang pada akhirnya siap atau tidak harus mempertanggung jawabkan semua pilihan yang aku ambil. 

ya Tuhan sedang mengajari saya, untuk bisa menentukan pilihan sendiri. yang tidak lagi mengambil pilihan berdasarkan apa kata orang, melainkan karena sudah mampu mempertimbangkan baik dan buruknya pilihan tersebut.

ya, Tuhan tengah mengajari saya tuk menjadi Wanita, bukan tuk menyesali Pilihan yang kemudian nangis dipojokan kamar karena pilihannya tidak sesuai dengan yang kuharapkan melainkan belajar untuk menerima semua pilihan yang telah terjalani. dan kelak jikalau saya terluka karenanya, tak akan ada lagi anas yang menangis dan tak akan ada lagi doa penyesalan yang sampai ketelinga Tuhan. 
Go..Go.. Hwaiting !!!! :) 

Jumat, 03 Agustus 2012

Temukan Aku pendakiku, Edelweismu !!

yang kau perlukan hanya mendaki, lalu temukan edelweismu !!

barusan menjelajah kebeberapa blog yang tidak biasanya saya kunjungi. kerjaan yang paling nikmat jika hari lagi dipenuhi dengan kebosanan. tiba-tiba saya membaca sebuah postingan yang berjudul "temukan edelweismu" . tahu kan bunga edelweis ? bunga abadi yang selalu berada di puncak gunung. kita harus bersusah payah mendaki gunung yang tinggi. melewati medan-medan yang terjal dan berbatu hanya untuk dapat melihat bunga ini. bunganya sih biasa saja. tidak memiliki warna secerah bunga pada umumnya. tapi bunga ini punya satu kelebihan. bunga ini tidak akan pernah layu (mati) bahkan ketika dia sudah tidak melekat pada rantingnya.

saya ingat, dulu sewaktu kecil, saya mengandaikan diri sebagai setangkai bunga. bukan mawar ataupun bunga-bunga yang indah. saya dulu slalu mengandaikan diri sebagai bunga edelweis. putih, polos, tidak begitu menarik, berada ditempat yang susah digapai. saya tidak pernah mau menjadi bunga lainnya selain edelweis. alasannya sangat sederhana. saya hanya ingin menemukan orang yang mau menerima saya, bukan pada saat saya indah, harum dan menarik. saya ingin menemukan orang yang menerima saya dengan apa adanya diri saya. saya tidak ingin dicampakkan ketempat sampah ketika saya sudah mulai melayu. saya tidak ingin orang-orang dapat dengan mudah memetik saya kemudian membuangnya ketika saya sudah tak indah lagi. saya ingin menjadi sesuatu yang abadi bagi orang lain.

saya ingin berada didalam dompet seseorang, ataupun didalam vas bunga di kamarnya. saya tahu perjuangannya mendapatkan saya. dan sebagai imbalannya, saya tidak akan pernah layu. saya akan tetap menjadi sama seperti pertama kali dipetik. 
edelweis melambang keabadian. sebuah cinta yang tak akan pernah lekang oleh waktu. dan itu yang saya cari.
bukan hanya datang ketoko bunga lalu memetikku ketika indah, menghiasku dengan pita merah kemudian ketika sudah layu, aku hanya berakhir di tempat sampah.
saya hanya ingin memberikan apa yang kelak pantas diterima oleh pasangan saya setelah dia berjuang mendapatkan saya. saya juga ingin dia menghargai perjuangannya sendiri dalam mendapatkan saya sehingga tidak menyia-nyiakan saya yang mungkin biasa saja.
saya ingin menemukan pendaki, yang kemudian membawa saya pulang kerumah dan kami dapat bersama selamanya.

kamu harus mendaki untuk menemukan keindahan di puncak, dan jika kamu beruntung aku ada disitu menunggu untuk kamu bawa pulang

temukan edelweismu, atau bisa saja akulah bunga edelweismu. bawa kami pulang setidaknya kami tak akan menjadi layu mendampingimu :D

dan buat kamu, pendaki ku...
segera temukan aku. aku berada dipuncak. bersemangatlah..!
setidaknya kelelahanmu akan tergantikan setelah menemukanku. percayalahhhh

Kamis, 02 Agustus 2012

Hand in Hand

jangan lelah berlari, karna aku tak akan lelah menunggumu. menunggu agar kelak kita dapat berdampingan-Anas

Mungkin dulu, aku terlalu sibuk untuk berlari. Tanpa pernah menoleh melihat sosok yang lelah mengejar.
Mungkin dulu, aku terlalu sibuk untuk mencari. Tanpa pernah sadar bahwa telah lama menemukan.

Disisi waktu, kau melakukan hal yang sama.
Mungkin dulu, kau terlalu sibuk untuk mengejar. Tanpa pernah sadar, bahwa sewaktu waktu aku bisa saja merasa lelah berlari.
Mungkin dulu, kau terlalu lama menunggu. Tanpa pernah sadar bahwa aku bisa saja berhenti mencari.

Dulu,
kau berada di belakangku. menunggu dan aku didepanmu, menunggu pula.
Tanpa pernah saling melihat, tanpa saling memperhatikan.
Dulu, kau dan aku berjuang untuk menyamakan langkah. Untuk tidak terlalu maju atau tidak terlalu mundur.
Namun, selalu gagal hanya karena keegoisan.
Hingga kemudian, kita sama-sama berhenti pada titik itu.
Berhenti tapi bukan untuk menyerah.
Kita sama sama belajar untuk tidak saling mencari lagi.
Tp belajar untuk mencari dan belajar untuk menunggu.

Kau kini berjalan kedepan, sedangkan aku menunggu mu ditempatku.
Kelak, kau akan sampai pada sisiku. Disebelah kananku.
Berdiri berdampingan sebagai orang terpercaya. Dan kelak, kita kemudian kan berjalan beriringan. Tidak saling mendahului maupun saling meninggalkan.

Kau dan aku nantinya akan berjalan pada jalan yang sama.
Berjalan beriringan

Berdampingan......

Selasa, 24 Juli 2012

Jodoh Dipatok Ayam


inget gak istilah "jangan bangun kesiangan, ntar rezeki dipatok ayam" ? istilah yang paling sering digunain buat orang-orang yang susah banget bangun pagi seperti saya. bangun pagi merupakan salah satu hal yang paling menyebalkan setelah serangga (kecoa-red). bukan karena malas, tapi emang karena saya juga tidurnya gak pernah bisa cepet. insomnialah bisa dibilang. apalagi kalau udah ketemu kopi dan teman sejenisnya, bisa meleklah sampai pagi. bukannya aku gak kepingin tidur, tapi emang susah banget buat tidur apalagi kalau udah lewat dari jam 12 malam. kalaupun mata udah mulai merapat di pukul 10 malam, ntah mengapa jam 2an pasti terbangun kemudian meleklah sampai pagi. ya jadilah saya tidak pernah bisa bangun cepat. mau bagaimana lagi, saya juga tidak ingin tapi emang gak bisa terbangun aja. 

nah, tadi saya mengadakan percakapan singkat dengan ponakan saya melalui twitter. percakapannya sih gak penting jadi gak usah dibahas. tapi ada satu bagian yang bikin saya tiba-tiba ngekeh sendiri.
ponakan  : kok belum tidur bi ?

saya        : masih jam 10 lewat. anak gadis gak bole tidur cepat2. nanti jodoh dipatok ayam :) 

kata-kata yang ngalir gitu aja tanpa saya pernah sadari maknanya. setelah aku baca untuk kedua kalinya baru deh ngerasa hal itu beneran lucu.
bagaimana sepertinya banyak wanita sekarang yang merasa khawatir dengan orang yang kelak mendampinginya sehingga gak sedikit juga para wanita yang sudah mulai menjadi agresif untuk mencari atau memulai perkenalan denga para pria.

banyak yang rela begadang, buat nongkrong ditempat tempat yang seru hanya untuk mulai mencari-cari pria yang tepat. alasannya sih hanya untuk memperluas pergaulan, tapi gak bisa dipungkiri juga ada maksud yang terselubung bukan ?
saya juga kerap bertemu dengan beberapa teman yang seperti itu~ ya, saya juga terkadang bersikap seperti itu juga. terkadang merasa khawatir dengan hal seperti itu, hanya merasa takut jangan-jangan Tuhan lupa menyediakan pasangan buat saya. beberapa teman juga rela up to the max lah kalau berpenampilan hanya untuk memikat. kemudian pulang hingga larut malam. alasannya ya kalau pulangnya sore, anak mudanya belum pada bekeluaran dong.

seakan ragu bahwa kelak dianya akan datang dengan sendirinya, para wanita sekarang jauh lebih berani. ya bukan salah si wanitanya juga sih. kaum prianya juga sudah semakin minoritas. perbandingannya aja udah 1:5 dengan kaum wanita. ya terpaksa siapa cepat dia dapat. mana ada orang yang ingin hidup sendiri selamanya.
mana ada orang yang ingin kesepian selamanya. 
banyak banget beberapa orang yang saya kenal~termasuk saya, terkadang lo~ yang sering ngeluh jika sedang berada dalam posisi jomblo. padahal jomblonya belum lama-lama banget tapi merasa bahwa gak betah aja sendiri. nah, jomblonya bentar aja udah merasa bosen, apalagi harus kesepian selamanya. jelas siapapun gak ada yang mau.

tapi ada satu pemikiran yang terus menjanggal dibenak saya. bener gak sih bersikap seperti itu ? bersikap seakan-akan tanpa pendamping kelak hidup ini gak akan pernah bahagia. lalu bagaimana dengan orang-orang yang setia dengan kesendiriannya ? apakah mereka terlihat kesepian, merana dan begitu menyedihkan ?
yah, jika ditanya pendapat saya. saya beranggapan bahwa pasangan hanyalah pelengkap kebahagiaan. dengan atau tanpa mereka hidup kita memang sudah bahagia. namun kalau disuruh memilih saya juga akan lebih memilih bahagia dengan pasangan saya dari pada saya harus menikmati kebahagiaan saya sendiri. setidaknya saya tidak bersikap egois dan mau berbagi kebahagiaan dengan pasangan saya.

jodoh atau apapun orang-orang menyebutnya, kalau dia memang tercipta untuk melengkapi kebahagiaan kita, dia akan datang dengan sendirinya. tak akan ada yang mampu menghalangi termasuk ayam sekalipun. meskipun dipatok berkali-kali, dia akan tetap datang di waktunya sendiri. tidak perlu berusaha terlalu begitu keras, dia akan datang dengan caranya yang ajaib. yah kalau emang dia bener orang yang ditakdirkan Tuhan buat kita, jangan kan ayam meski dipatok ular sekalipun dia akan tetap datang dengan sendirinya. 
beda dengan orang yang kita paksakan berjodoh dengan kita. orang yang kita paksakan berjodoh dengan kita, gak akan bertahan lama. dia akan lebih mudah menyerah ketika dipatok oleh ayam. jangankan dipatok ayam. masih dikejar sama ayam aja bisa-bisa dia udah kabur (pengandaian macam apa ini ?). terkadang kita sebagai manusia ya kerap seperti itu. memaksakan untuk berjodoh. padahal sudah jelas tidak cocok. bertahan hanya karena sudah merasa nyaman dan malas menata hati kembali.

Tenang, aku memang tulang rusukmu. Aku pasti akan kembali ketempatku. Hanya saja ini belum waktunya kata Tuhan.

tenanglah wanita, Tuhan tidak akan melupakan kita. Dia tahu apakah kita cukup kuat untuk bahagia sendiri atau tidak. Dia juga tidak ingin melihat kita terlalu memikirkan hal yang sudah pasti seperti itu. cukup diam dan amati caraNya bekerja. setidaknya rancanganNya tidak pernah mengecewakan bukan ? *penegaran buat diri sendiri* dan jika memang ternyata sang doi dipatok ayam, berarti dia hanya orang yang BELUM beruntung mendapatkan kita. :D

jika dia adalah jodohmu, dia tak akan berlalu meski dipatok ayam, dan jika ternyata dia pergi setelah dipatok ayam, berarti dia BELUM beruntung mendapatkanmu~Anas


NB  : dengar, suaraNya. lihat, keajaibanNya. dan semua tak akan mengecewakan....:D

Sabtu, 21 Juli 2012

Aku, Pena dan Kertas

perahu kertas berlabuh di usangnya kotak sepatu tua. menyimpan ribuan cerita. tentang KITA

pernah membaca "perahu kertas" karangan dee (dewi lestari ) ? aku jatuh cinta pada keenan. jatuh cinta dengan sosoknya, jatuh cinta padanya dalam dunia imajinasi. hingga aku benar-benar berharap dapat menjadi Kugy yang dapat sedemikian beruntung dapat memperoleh cinta Keenan.
dalam novel itu, entah mengapa aku merasa memiliki sedikit kemiripan dengan sifat Kugy. sedikit berantakan namun dalam hal cinta dia mampu menata hatinya sehingga tidak seberantakan penampilannya. hahaha. yaaaah hampir miriplah dengan aku. orang yang selalu dikomplain kalau dalam hal berpakaian. jarang nyisir rambut. teledor, pelupa dannnn sebagainya . orang yang punya tingkat imajinasi yang tinggi dan sangat percaya dengan keajaiban. aku bukan sedewasa umurku. umur boleh tinggi tapi jujur, aku masih percaya dengan dongeng. :D
aku, orang yang tidak pandai bercerita. aku tidak pandai menyusun kata yang mewakili perasaan ku kemudian mengutarakannya pada orang yang disekitarku. aku hanya mampu menjadi pendengar yang baik kemudian memberikan saran-saran yang luar biasa namun tidak pernah sukses terhadap diriku sendiri. semua kata-kata hanya tertahan diotak. dan satu-satunya tempat terbaik untuk mengutarakannya hanyalah lewat tulisan.

aku menulis, apa yang mulutku tak dapat sampaikan. aku menulis, apa yang mulutku tak mampu utarakan. aku hanya menulis, apa yang sepertinya tak mampu kuutarakan pada orang.
biasanya, aku menulis surat. yaaa.. surat.

kepada siapa surat itu beralamat nas ?

kepada siapa saja aku ingin bercerita. setidaknya itu sangat mujarab untuk menghilangkan setress. hahaha
orang yang tidak sanggup bercerita sangat rentan terkena stres. dan aku belum mau terlihat konyol terkena struk di usia muda hanya karena menyimpan semua masalah sendiri.
mungkin tak akan pernah ada yang membaca surat-surat bodoh itu. tapi setidaknya itu membuatku merasa ada yang mendengarkan. kertas dan pena menjadi teman terbaik jika mendapat masalah.
pena dan kertas tak akan pernah menghakimi mu. sekuat apapun kau menggores tinta pada kertas, dia akan tetap memberikanmu tempat kosong untuk mu bercerita-Anas

mungkin yang tercipta hanya kata-kata yang tak memiliki arti. mungkin juga tercipta kata yang maknanya sangat sulit dimengerti. tapi pena dan kertas tak akan berpaling. dan itu yang membuatku nyaman bercerita pada mereka. dimana ketika manusia menjauh dari hidupmu hanya karena kata yang kau gunakan terlalu rumit baginya, dimana ketika manusia meledekmu hanya karena susunan kalimat yang kau gunakan sangat berantakan, pena dan kertas tetap ada.

menulislah, setidaknya ada satu tempat yang tak pernah mengecewakanmu. Tulisanmu!-Anas

Dan aku menulis dengan satu alamat yang selalu sama di tiap harinya. yaitu kamu. surat ini selalu tertuju pada kamu. ada kamu dialamatnya dan ada kamu pula di ceritanya. entahlah, aku juga kerap merasa bingung. mengapa aku harus bercerita pada mu. dan yang kerap membuatku semakin bingung, selalu ada perasaan tenang setiap aku selesai bercerita padamu lewat surat-surat itu.
aku juga kerap mengalamatkan surat-surat itu pada Tuhan. namun itu hanya terjadi jika aku memang ingin bercerita tentang mu yang kian hari membuat ku gila. 

tulisan itu ajaib. itu yang aku percaya.
aku ingat aku pernah menggoreskan mimpiku di sebuah buku tahun 2006. dan kau tau, ternyata mimpi itu terwujud tanpa aku sadari. ajaib bukan ??
 
aku hanya membutuhkan secarik kertas dan pena ketika sedang berduka.

mungkin terlalu sulit bagiku untuk bercerita. aku hanya takut, orang-orang akan merasa terbeban setelah mendengar ceritaku dan itu akan menyusahkan mereka.
aku hanya takut tangis ku didepan mereka akan menghapus tawa yang seharusnya mengembang dibibir mereka.
dan jika kau juga mengalami hal yang sama. tak mampu bercerita walau ingin. 
selalu memikirkan perasaan orang walau ditengah deritamu,
selalu merasa bersalah karena telah menularkan virus kesedihan
sebaiknya kau harus mulai berteman dengan Pena dan Kertas. setidaknya kau tak perlu merasa bersalah karena merasa telah menyusahkan orang lain.

goreskan tinta kesedihan pada putihnya kertas, dan lihat apa yang terjadi pada hatimu. Kedamaian...


Kamis, 19 Juli 2012

aku kini belajar

learn with your past and make it better tomorrow-A

 

aku mulai belajar.

memulai segalanya dari awal.


melangkah, kemudian berlari. namun sekarang dengan jauh teramat hati-hati,

bukan karena aku takut terjatuh.

hanya saja, aku takut melewatkanmu.


setidaknya, aku tak ingin melewatkannya lagi.

aku tidak ingin melewatkannya kemudian terpaksa berhenti dan memutar arah.


aku kini belajar.

bagaimana menggunakan kaki secara baik.

bukan untuk mengejar bayangan, namun untuk berjalan seiringan.


aku kini belajar.

bagaimana menggunakan tangan secara baik.

bukan untuk menggapai angin, namun untuk menggenggam kepastian.


setidaknya, kelak aku tak perlu menyesal kembali.

jika memang hal indah itu terlewatkan lagi.

setidaknya, aku telah belajar bagaimana untuk menikmati perjalananku menggapai asa.

dan jika memang pada akhirnya tetap ada hal hal yang mungkin luput dari pandanganku, berarti hal indah itu memang bukan tercipta untuk ku.....

 

dan setidaknya, aku mau belajar.....

Jumat, 06 Juli 2012

you FREE

pergi,dan temukan kebahagiaanmu. aku disini tinggal tuk memastikannya. kembali, jika akulah kebahagiaanmu-anas


Pergilah, kau bebas sekarang. Aku telah melepaskanmu.
dulu aku mencintaimu jauh sebelum kau memintanya padaku. dan sekarang, aku melepaskanmu jauh setelah kau memintanya. maaf jika aku melepaskanmu dengan terlambat. selama ini aku hanya ingin bersikap egois.

pergilah, dan bahagialah.
aku memaksa mu tuk disisiku, karena aku merasa yakin kau bahagia denganku. 
namun, kini aku melepaskanmu setelah sangat yakin, kau akan sangat bahagia bila bersama orang yang kau sayangi.

berjanjilah tuk bahagia tanpaku.
karena jika suatu hari kelak, aku temukan kau merasa merana dan tidak bahagia meskipun bersama dia. akan kupastikan, pada saat itu tiba aku tak akan  melepaskanmu tuk kedua kalinya
akan ku pastikan kau akan disisiku tuk bahagia dengan caraku sendiri  membahagiakanmu.

aku tak akan melepaskanmu lagi saat itu.
aku tak akan mengalah lagi.

jadi, pergilah dan bahagialah !!
setidaknya berpura-pura bahagialah, agar aku disini tak perlu merasa khawatir karena telah melepaskanmu.


medan, 06juli2012